Ada 4 langkah untuk melakukan "Saat Teduh" agar kita dapat berakar kuat di dalam Firman Allah, yang disebut 4M:
Berdoalah agar Roh Kudus melembutkan hati kita untuk dapat "menerima Firman Tuhan" yang kita baca hari ini, agar kita tidak memberontak terhadap Firman tetapi rela dikoreksi.
Membaca Firman Tuhan dengan teliti dan serius sampai menemukan kedalamannya, dengan cara mengajukan pertanyaan-pertanyaan saat membacanya.
Lakukan Firman Tuhan terus-menerus sampai menjadi kebiasaan, sebelum melakukan kita perlu juga membuat rencana penerapan yang praktis dan terukur.
Ceritakanlah dan saksikan kepada keluarga, teman dan orang yang dekat dengan Anda tentang Pelajaran yang menjadi berkat buat Anda hari ini, sebab orang yang diberkati pasti akan bersaksi.
Orang yang pernah ditolong Tuhan, mengalami kebaikan Tuhan, diluputkan Tuhan dari musibah atau kesulitan, yang pernah diterangi hatinya oleh firman Tuhan, dan merasakan jamahan kuasa Roh Kudus, pasti akan berkata bahwa Tuhan adalah satu-satunya sumber keselamatan bagi hidupnya, karena dia mengerti benar bahwa yang sanggup menolong dan menyelamatkan.
Pengalaman hidup yang luar biasa bersama Tuhanlah yang membuat pemazmur (bani Asaf) bisa berkata, "Sekalipun dagingku dan hatiku habis lenyap, gunung batuku dan bagianku tetaplah Allah selama-lamanya." (Mazmur 73:26). Dalam hal ini pemazmur tidak sekedar berbicara atau asal bicara, tetapi ia punya alasan yang kuat: "Ketika hatiku merasa pahit dan buah pinggangku menusuk-nusuk rasanya, aku dungu dan tidak mengerti, seperti hewan aku di dekat-Mu. Tetapi aku tetap di dekat-Mu; Engkau memegang tangan kananku. Dengan nasihat-Mu Engkau menuntun aku, dan kemudian Engkau mengangkat aku ke dalam kemuliaan." (Mazmur 73:21-24). Tak ada pertolongan dan keselamatan selain daripada Tuhan. Karena itu tak ada yang lain yang mereka ingini selain hanya Tuhan. "Siapa gerangan ada padaku di sorga selain Engkau? Selain Engkau tidak ada yang kuingini di bumi." (Mazmur 73:25).
Hari-hari manusia di dunia selalu dibayang-bayangi ketidakpastian, ketakutan, kecemasan, kekuatiran. Tetapi bila kita suka dekat pada Tuhan, ada perlindungan dan keselamatan. Pemazmur, yang sekalipun diperhadapkan dengan masalah dan penderitaan yang berat, imannya tetap teguh, karena ia percaya kalau dulu Tuhan tolong, sekarang dan esok pun Tuhan pasti akan tolong, karena Tuhan yang ia sembah adalah Tuhan yang tidak pernah berubah. Karena itu tak perlu terpengaruh oleh situasi atau keadaan yang hanya akan membuat hati kita menjadi tawar. Sebaliknya arahkan pandangan kepada Tuhan, maka iman kita akan bangkit, sebab kita tahu pertolongan-Nya selalu tepat waktu.
"Kauberikan kepadaku perisai keselamatan-Mu, tangan kanan-Mu menyokong aku," Mazmur 18:36