Harapan Baru Regency

Jl. HBR Selatan Komplek Gereja No.3 Bekasi Barat

Kontak

(021) 480 2605

Panduan Renungan Harian

Ada 4 langkah untuk melakukan "Saat Teduh" agar kita dapat berakar kuat di dalam Firman Allah, yang disebut 4M:

M1. MENERIMA FIRMAN

Berdoalah agar Roh Kudus melembutkan hati kita untuk dapat "menerima Firman Tuhan" yang kita baca hari ini, agar kita tidak memberontak terhadap Firman tetapi rela dikoreksi.

M2. MERENUNGKAN FIRMAN

Membaca Firman Tuhan dengan teliti dan serius sampai menemukan kedalamannya, dengan cara mengajukan pertanyaan-pertanyaan saat membacanya.

M3. MELAKUKAN DENGAN TEKUN

Lakukan Firman Tuhan terus-menerus sampai menjadi kebiasaan, sebelum melakukan kita perlu juga membuat rencana penerapan yang praktis dan terukur.

M4. MEMBAGIKAN KESAKSIAN ATAU PERTOLONGAN

Ceritakanlah dan saksikan kepada keluarga, teman dan orang yang dekat dengan Anda tentang Pelajaran yang menjadi berkat buat Anda hari ini, sebab orang yang diberkati pasti akan bersaksi.

Sunday 02 October 2022

TANPA KETAATAN, INJIL TAKKAN MENYELAMATKAN !

Baca: 1 Korintus 15:1-11

"Oleh Injil itu kamu diselamatkan, asal kamu teguh berpegang padanya, seperti yang telah kuberitakan kepadamu--kecuali kalau kamu telah sia-sia saja menjadi percaya." 1 Korintus 15:2

Rasul Paulus menegaskan Injil itu bukanlah perkataan manusia, ide manusia, tapi merupakan firman Tuhan, kekuatan Tuhan yang menyelamatkan setiap orang percaya (Roma 1:16). Banyak orang Kristen yang salah mengerti tentang ayat ini, mereka beranggapan apabila sudah rajin ke gereja dan mendengarkan berita Injil dan khotbah firman Tuhan, mereka pasti akan selamat. Perhatikan ayat nas! Injil tidak dapat menyelamatkan hidup seseorang bila orang tersebut tidak berpegang teguh pada Injil dan tidak percaya.

Yang dimaksud berpegang teguh pada Injil artinya seluruh pola hidup kita dilandaskan pada Injil, pola hidup selaras dengan kebenaran Injil. Kapan saja dan di mana pun berada, perkataan dan perbuatan kita senantiasa sesuai dengan firman Tuhan. Ini berbicara tentang ketaatan melakukan firman Tuhan! Berpegang teguh pada injil berarti pula kita menerima firman itu bukan sebagai perkataan dari manusia, melainkan berasal dari Tuhan sendiri, seperti yang disampaikan rasul Paulus kepada jemaat di Tesalonika (1 Tesalonika 2:13). Jikalau benar kita berpegang teguh pada firman Tuhan, kita akan percaya sungguh-sungguh bahwa semua yang dikatakan dan tertulis di Alkitab adalah perkataan Tuhan sendiri, isi hati Tuhan sendiri, karena itu kita akan menaatinya.

Karena menyadari bahwa Injil adalah firman Tuhan, maka kita pun akan berkomitmen untuk menyediakan banyak waktu untuk membaca, meneliti, dan merenungkan firman Tuhan itu siang dan malam, seperti yang Ezra lakukan (Ezra 7:10). Tuhan juga menasihati Yosua untuk merenungkan firman-Nya siang dan malam (Yosua 1:8). Injil menyelamatkan orang yang percaya, karena Injil memimpin kita untuk hidup dalam kebenaran dan percaya kepada Kristus, yang adalah Tuhan dan Juruselamat.

Tanpa ketaatan melakukan firman Tuhan dan percaya kepada Kristus tak mungkin kita mengalami penggenapan janji-janji Tuhan!