Ada 4 langkah untuk melakukan "Saat Teduh" agar kita dapat berakar kuat di dalam Firman Allah, yang disebut 4M:
Berdoalah agar Roh Kudus melembutkan hati kita untuk dapat "menerima Firman Tuhan" yang kita baca hari ini, agar kita tidak memberontak terhadap Firman tetapi rela dikoreksi.
Membaca Firman Tuhan dengan teliti dan serius sampai menemukan kedalamannya, dengan cara mengajukan pertanyaan-pertanyaan saat membacanya.
Lakukan Firman Tuhan terus-menerus sampai menjadi kebiasaan, sebelum melakukan kita perlu juga membuat rencana penerapan yang praktis dan terukur.
Ceritakanlah dan saksikan kepada keluarga, teman dan orang yang dekat dengan Anda tentang Pelajaran yang menjadi berkat buat Anda hari ini, sebab orang yang diberkati pasti akan bersaksi.
"Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai." Yesaya 9:5
Natal adalah hari yang penuh sukacita bagi umat Kristiani di seluruh dunia. Berbagai acara digelar secara meriah untuk menyambutnya. Namun sesungguhnya inti perayaan Natal itu bukan pada meriahnya pesta, bukan pada pohon Natal atau lilin dengan segala pernak-perniknya, melainkan bagaimana kesadaran iman dan respons kita atas apa yang Kristus perbuat bagi hidup kita. Berbicara tentang Natal tidak bisa dipisahkan dari anugerah, Bapa di sorga memberikan anugerah terbesar bagi umat manusia dengan memberikan Putera tunggal-Nya. Mengapa disebut anugerah terbesar? Karena setiap kita yang percaya kepada Putera-Nya akan memperoleh keselamatan. Karena itu jangan pernah menyia-nyiakan anugerah terbesar dari Bapa ini!
Diberikannya Kristus bagi kita adalah bukti betapa Bapa sangat mengasihi kita, bahkan Dia berjanji tidak akan pernah meninggalkan kita, Ia akan menyertai kita sampai kesudahan zaman. "Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel" --yang berarti: Allah menyertai kita." (Matius 1:23). Imanuel, nama yang berasal dari bahasa Ibrani, terdiri dari dua kata: El (Tuhan) dan Immanu (beserta kita). Jika kita menyadari akan besarnya anugerah Bapa ini maka kita akan terdorong untuk makin bersungguh-sungguh dalam mengikut Kristus. Karena Kristus adalah anugerah terbesar, seharusnya kita rela meninggalkan apa pun demi Dia, seperti perumpamaan tentang harta terpendam dan mutiara yang berharga, di mana seorang rela menjual seluruh miliknya demi mendapatkan mutiara atau harta terpendam (Matius 13:44-46). Rasul Paulus menyatakan, "...segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya. Oleh karena Dialah aku telah melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah, supaya aku memperoleh Kristus," (Filipi 3:8).
Bapa rela turun dari takhta tertinggi-Nya di sorga dan menjadi sama dengan manusia melalui Kristus, untuk mencari dan menyelamatkan orang-orang yang berdosa.
Bapa mengasihi kita sedemikian rupa, sudahkah kita membalas kasih-Nya?