Harapan Baru Regency

Jl. HBR Selatan Komplek Gereja No.3 Bekasi Barat

Kontak

(021) 480 2605

Panduan Renungan Harian

Ada 4 langkah untuk melakukan "Saat Teduh" agar kita dapat berakar kuat di dalam Firman Allah, yang disebut 4M:

M1. MENERIMA FIRMAN

Berdoalah agar Roh Kudus melembutkan hati kita untuk dapat "menerima Firman Tuhan" yang kita baca hari ini, agar kita tidak memberontak terhadap Firman tetapi rela dikoreksi.

M2. MERENUNGKAN FIRMAN

Membaca Firman Tuhan dengan teliti dan serius sampai menemukan kedalamannya, dengan cara mengajukan pertanyaan-pertanyaan saat membacanya.

M3. MELAKUKAN DENGAN TEKUN

Lakukan Firman Tuhan terus-menerus sampai menjadi kebiasaan, sebelum melakukan kita perlu juga membuat rencana penerapan yang praktis dan terukur.

M4. MEMBAGIKAN KESAKSIAN ATAU PERTOLONGAN

Ceritakanlah dan saksikan kepada keluarga, teman dan orang yang dekat dengan Anda tentang Pelajaran yang menjadi berkat buat Anda hari ini, sebab orang yang diberkati pasti akan bersaksi.

Friday 04 November 2022

KETIDAKTAATAN: Gagal Memasuki Tanah Perjanjian!

Baca: Bilangan 20:2-13

"Sesudah itu Musa mengangkat tangannya, lalu memukul bukit batu itu dengan tongkatnya dua kali, maka keluarlah banyak air, sehingga umat itu dan ternak mereka dapat minum."  Bilangan 20:11

Ketaatan adalah hal terpenting dalam kehidupan orang percaya tanpa terkecuali.  Tanpa ketaatan hidup kita tidak akan berkenan kepada Tuhan.  Alkitab menegaskan bahwa  "...setiap pelanggaran dan ketidaktaatan mendapat balasan yang setimpal,"  (Ibrani 2:2).  Bahkan Tuhan Yesus dengan keras berkata,  "Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga."  (Matius 7:21).  Hal ini menunjukkan bahwa kekeristenan tanpa ketaatan adalah sia-sia.  Dan selalu ada dampak atau konsekuensi dari setiap ketidaktaatan kita kepada Tuhan.

     Bagaimanapun Musa adalah seorang manusia biasa yang punya kelemahan dan kekurangan.  Ketika terus-menerus diserang dengan omelan dan selalu dipersalahkan oleh bangsa Israel, Musa pun tidak tahan.  Namun Musa mengambil sikap yang benar yaitu datang kepada Tuhan dan berdoa.  Maka Tuhan pun memberikan perintah kepada Musa dan Harun,  "...katakanlah di depan mata mereka kepada bukit batu itu supaya diberi airnya; demikianlah engkau mengeluarkan air dari bukit batu itu bagi mereka dan memberi minum umat itu serta ternaknya."  (Bilangan 20:8).  Perintah Tuhan adalah untuk ditaati, bukan untuk dilanggar!  Karena itu kita harus belajar untuk mendengarnya dengan baik supaya kita mengerti maksud Tuhan dan kita tidak salah melakukannya.  Tuhan memerintahkan Musa untuk berkata-kata kepada bukit batu itu, tetapi Musa malah memukul bukit batu itu sebanyak 2x.  Memang, air tetap keluar dari bukit batu itu, namun jelas bahwa Musa tidak melakukan sesuai dengan kehendak Tuhan.  Itulah ketidaktaatan dan ini adalah sebuah kegagalan.

     Kegagalan bukan hanya terjadi pada saat apa yang kita kerjakan/usahakan itu tidak membuahkan hasil, justru kegagalan kita adalah pada waktu kita tidak melakukan apa yang menjadi perintah Tuhan, namun lebih memilih untuk melakukan sesuai dengan selera atau keinginan kita sendiri.

Inilah konsekuensi bagi Musa:  "...kamu tidak akan membawa jemaah ini masuk ke negeri yang akan Kuberikan kepada mereka."  (Bilangan 20:12).