Harapan Baru Regency

Jl. HBR Selatan Komplek Gereja No.3 Bekasi Barat

Kontak

(021) 480 2605

Panduan Renungan Harian

Ada 4 langkah untuk melakukan "Saat Teduh" agar kita dapat berakar kuat di dalam Firman Allah, yang disebut 4M:

M1. MENERIMA FIRMAN

Berdoalah agar Roh Kudus melembutkan hati kita untuk dapat "menerima Firman Tuhan" yang kita baca hari ini, agar kita tidak memberontak terhadap Firman tetapi rela dikoreksi.

M2. MERENUNGKAN FIRMAN

Membaca Firman Tuhan dengan teliti dan serius sampai menemukan kedalamannya, dengan cara mengajukan pertanyaan-pertanyaan saat membacanya.

M3. MELAKUKAN DENGAN TEKUN

Lakukan Firman Tuhan terus-menerus sampai menjadi kebiasaan, sebelum melakukan kita perlu juga membuat rencana penerapan yang praktis dan terukur.

M4. MEMBAGIKAN KESAKSIAN ATAU PERTOLONGAN

Ceritakanlah dan saksikan kepada keluarga, teman dan orang yang dekat dengan Anda tentang Pelajaran yang menjadi berkat buat Anda hari ini, sebab orang yang diberkati pasti akan bersaksi.

Friday 11 August 2023

ALLAH PEMRAKARSA KESELAMATAN

Baca: Yohanes 3:14-21

"Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia."  Yohanes 3:17

Keselamatan merupakan tema utama dari Alkitab Perjanjian Lama maupun Baru.  Pusat keselamatan adalah Yesus Kristus.  Ada dua aspek mendasar dari keselamatan:  a.  Segenap karya Allah dalam membawa manusia keluar dari hukuman menuju pembenaran, dari kematian kekal kepada kehidupan kekal, dari seteru Allah menjadi sekutu Allah.  b.  Keselamatan mencakup segala anugerah yang ada dalam Yesus Kristus, pada kehidupan kini maupun kehidupan yang akan datang.

     Keselamatan adalah prakarsa Allah atau inisiatif dari Allah sendiri, sebab manusia berdosa tidak akan pernah dapat menyelamatkan dirinya sendiri dari belenggu dosa.  Terbelenggu dosa mengakibatkan manusia memiliki kecenderungan melakukan perbuatan yang tidak sesuai dengan kehendak Tuhan.  Seperti anak panah yang meleset dari sasaran, itulah arti kata dosa.  Dosa mengakibatkan manusia mengalami kehancuran dan kehilangan kemuliaan Allah.  Dosa inilah yang memengaruhi hubungan manusia dengan Allah.  "tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu."  (Yesaya 59:2).  Namun apa yang menyebabkan manusia menjadi istimewa di mata Allah sehingga Ia berinisiatif menyelamatkannya?  Alasan utama adalah kasih.  Kasih dan keadilan Allah selalu berjalan beriringan tanpa saling berbenturan.  Secara adil, Allah akan menghukum semua orang yang berbuat dosa,  "Sebab upah dosa ialah maut;"  (Roma 6:23).  Dalam keberadaan manusia yang terbelenggu dosa mustahil manusia dapat memperoleh keselamatan kekal dengan upaya atau usaha sendiri.  Hal itulah yang mendorong Allah melakukan tindakan kasih karena Ia tidak ingin manusia yang dikasihi-Nya terbelenggu dalam dosa dan mengalami kebinasaan kekal.

     Allah membuktikan kasih-Nya kepada manusia, Ia mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, Yesus Kristus, datang ke dunia menebus dosa manusia  (baca  Yohanes 3:16).

"Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa."  Roma 5:8