Harapan Baru Regency

Jl. HBR Selatan Komplek Gereja No.3 Bekasi Barat

Kontak

(021) 480 2605

Panduan Renungan Harian

Ada 4 langkah untuk melakukan "Saat Teduh" agar kita dapat berakar kuat di dalam Firman Allah, yang disebut 4M:

M1. MENERIMA FIRMAN

Berdoalah agar Roh Kudus melembutkan hati kita untuk dapat "menerima Firman Tuhan" yang kita baca hari ini, agar kita tidak memberontak terhadap Firman tetapi rela dikoreksi.

M2. MERENUNGKAN FIRMAN

Membaca Firman Tuhan dengan teliti dan serius sampai menemukan kedalamannya, dengan cara mengajukan pertanyaan-pertanyaan saat membacanya.

M3. MELAKUKAN DENGAN TEKUN

Lakukan Firman Tuhan terus-menerus sampai menjadi kebiasaan, sebelum melakukan kita perlu juga membuat rencana penerapan yang praktis dan terukur.

M4. MEMBAGIKAN KESAKSIAN ATAU PERTOLONGAN

Ceritakanlah dan saksikan kepada keluarga, teman dan orang yang dekat dengan Anda tentang Pelajaran yang menjadi berkat buat Anda hari ini, sebab orang yang diberkati pasti akan bersaksi.

Monday 05 December 2022

JANGAN JADI ORANG KIKIR!

Baca: Amsal 28

"Orang yang kikir tergesa-gesa mengejar harta, dan tidak mengetahui ia akan mengalami kekurangan."  Amsal 28:22

Ada kisah tentang seorang yang kaya raya tapi selalu jadi perbincangan di antara tetangga kanan kiri.  Bukan karena dia orang kaya yang murah hati atau suka menolong, sebaliknya ia dikenal sebagai orang kaya yang sangat kikir;  tidak peduli terhadap orang lain, tidak pernah beramal atau bersedekah.

     Kikir dan hemat itu berbeda.  Kikir sama artinya dengan pelit.  Sedangkan hemat memiliki sinonim:  ekonomis atau irit.  Jelas ada perbedaan antara keduanya, tetapi dalam kehidupan sehari-hari banyak orang yang salah kaprah menerapkan kedua kata sifat ini.  Maksud hati ingin berhemat tapi malah jadi pelit, karena terlalu hemat.  Kata kikir berarti terlalu hemat memakai harta bendanya.  Berhati-hatilah!  Dalam Amsal 11:24 dikatakan:  "Ada yang menyebar harta, tetapi bertambah kaya, ada yang menghemat secara luar biasa, namun selalu berkekurangan."  Alkitab juga dengan tegas menyatakan bahwa orang yang kikir tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah  (baca 1 Korintus 6:10).  Bahkan Rasul Paulus secara terang-terangan melarang orang percaya untuk bergaul dengan orang yang kikir  (baca 1 Korintus 5:11).

     Kikir adalah sifat buruk yang tidak boleh dimiliki oleh orang Kristen, karena kikir justru akan membawa seseorang kepada kekurangan, bahkan kemiskinan.  Tuhan menghendaki agar kita memiliki sifat murah hati.  Orang yang murah hati, yang suka menolong orang lain yang hidup dalam kekurangan atau kesusahan akan mengalami kelimpahan berkat dari Tuhan.  Tertulis:  "Siapa banyak memberi berkat, diberi kelimpahan,"  (Amsal 11:25a).  Kunci mengalami kelimpahan bukanlah dengan menghemat begitu rupa, tapi bermurah hati, sebab kapasitas untuk menerima dari Tuhan bergantung penuh dari kapasitas untuk memberi.  Jadi kita baru dapat mengalami kelimpahan apabila kita bermurah hati.  Orang yang murah hati akan menuai banyak  (baca 2 Korintus 9:6), sebab tidak mungkin ada tuaian apabila tidak ada benih yang ditabur.  Orang yang murah hati menabur banyak.  Itulah sebabnya ia akan menuai banyak juga.

Jangan kikir!  Jadilah seorang yang murah hati, karena  "Orang yang murah hati berbuat baik kepada diri sendiri,"  Amsal 11:7a