Harapan Baru Regency

Jl. HBR Selatan Komplek Gereja No.3 Bekasi Barat

Kontak

(021) 480 2605

Panduan Renungan Harian

Ada 4 langkah untuk melakukan "Saat Teduh" agar kita dapat berakar kuat di dalam Firman Allah, yang disebut 4M:

M1. MENERIMA FIRMAN

Berdoalah agar Roh Kudus melembutkan hati kita untuk dapat "menerima Firman Tuhan" yang kita baca hari ini, agar kita tidak memberontak terhadap Firman tetapi rela dikoreksi.

M2. MERENUNGKAN FIRMAN

Membaca Firman Tuhan dengan teliti dan serius sampai menemukan kedalamannya, dengan cara mengajukan pertanyaan-pertanyaan saat membacanya.

M3. MELAKUKAN DENGAN TEKUN

Lakukan Firman Tuhan terus-menerus sampai menjadi kebiasaan, sebelum melakukan kita perlu juga membuat rencana penerapan yang praktis dan terukur.

M4. MEMBAGIKAN KESAKSIAN ATAU PERTOLONGAN

Ceritakanlah dan saksikan kepada keluarga, teman dan orang yang dekat dengan Anda tentang Pelajaran yang menjadi berkat buat Anda hari ini, sebab orang yang diberkati pasti akan bersaksi.

Monday 06 February 2023

DAMPAK MELEPASKAN PENGAMPUNAN

Baca: Markus 11:20-26

"Tetapi jika kamu tidak mengampuni, maka Bapamu yang di sorga juga tidak akan mengampuni kesalahan-kesalahanmu."  Markus 11:26

Pernahkah Saudara mengalami sakit hati karena disakiti?  Entah disakiti oleh teman kerja, teman sekolah, teman sepelayanan, pacar atau mungkin disakiti oleh orang yang sangat kita kasihi:  suami atau isteri.  Bagaimana rasanya?  Sakitnya tuh disini  (dengan menepuk dada).  Kalau tubuh jasmani yang sakit kita masih bisa memeriksakan diri ke dokter, beli obat di apotek atau menjalani rawat inap di rumah sakit.  Tetapi kalau hati kita yang sakit, siapa yang bisa menyembuhkan?  Dan kita semakin dibuat terkejut dengan perintah Tuhan Yesus ini:  "Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu."  (Matius 5:44), bahkan kita diperintahkan untuk mengampuni orang yang bersalah kepada kita,  "...sampai tujuh puluh kali tujuh kali."  (Matius 18:22).  Apa nggak salah?  Kita yang telah disakiti dan dilukai justru diperintahkan untuk mengasihi dan mengampuni mereka?

     Banyak orang beranggapan bahwa mengasihi dan mengampuni kesalahan orang lain adalah sebuah pilihan:  kita bisa memilih untuk mengasihi dan mengampuni, atau tidak mengasihi dan tidak mengampuni.  Tidak sedikit pula yang menganggap sepele arti sebuah pengampunan, padahal mengampuni adalah perintah Tuhan yang tidak boleh dilanggar.  Sebagai orang percaya, mengampuni kesalahan orang lain seharusnya menjadi hal yang mudah untuk dilakukan.  Mengapa?  Karena kita sudah menerima pengampunan dari Tuhan lebih dahulu.  Mengampuni berarti membebaskan, tidak lagi menuntut balas, menghapuskan, dan tidak mengingat-ingat lagi kesalahan  (baca  Matius 18:24-27);  mengampuni berarti pula membuang jauh-jauh, tidak menyimpan kesalahan orang lain.   "sejauh timur dari barat, demikian dijauhkan-Nya dari pada kita pelanggaran kita."  (Mazmur 103:12).  Berkat terbesar ketika kita mau mengampuni orang lain adalah Tuhan akan mengampuni dosa kita  (baca  Matius 6:14), namun jika kita tidak mau mengampuni, Tuhan pun tidak akan mengampuni kita  (baca  Matius 6:15).

     Adapun dampak lain pengampunan ialah mendatangkan kuasa kesembuhan  (baca  Yakobus 5:16), doa-doanya akan didengar dan dijawab oleh Tuhan  (baca  Markus 11:24-25), serta korban persembahan kita akan diterima oleh Tuhan  (baca  Matius 5:23-24).

Jangan tunda-tunda waktu untuk melepaskan pengampunan bagi orang lain!