Ada 4 langkah untuk melakukan "Saat Teduh" agar kita dapat berakar kuat di dalam Firman Allah, yang disebut 4M:
Berdoalah agar Roh Kudus melembutkan hati kita untuk dapat "menerima Firman Tuhan" yang kita baca hari ini, agar kita tidak memberontak terhadap Firman tetapi rela dikoreksi.
Membaca Firman Tuhan dengan teliti dan serius sampai menemukan kedalamannya, dengan cara mengajukan pertanyaan-pertanyaan saat membacanya.
Lakukan Firman Tuhan terus-menerus sampai menjadi kebiasaan, sebelum melakukan kita perlu juga membuat rencana penerapan yang praktis dan terukur.
Ceritakanlah dan saksikan kepada keluarga, teman dan orang yang dekat dengan Anda tentang Pelajaran yang menjadi berkat buat Anda hari ini, sebab orang yang diberkati pasti akan bersaksi.
“Sebab itu ingatlah betapa dalamnya engkau telah jatuh! Bertobatlah dan lakukanlah lagi apa yang semula engkau lakukan.”
Tuhan memerintahkan jemaat Efesus untuk mengingat. Mengingat dari mana mereka jatuh, dari hubungan yang pernah begitu dekat dengan Tuhan. Kasih mula-mula tidak hilang dalam semalam, tetapi memudar perlahan. Karena itu Tuhan memanggil umat-Nya untuk melihat ke belakang, bukan untuk menyesal, tetapi untuk dipulihkan.
Sering kali kita tidak sadar bahwa kasih kita kepada Tuhan telah menurun. Kita masih berdoa, tetapi tanpa kerinduan. Kita masih membaca firman, tetapi tanpa kehausan. Tanpa refleksi, kita menganggap semua baik-baik saja. Padahal Tuhan rindu kita kembali pada keintiman yang dulu.
Pemulihan kasih mula-mula dimulai dari keberanian untuk jujur di hadapan Tuhan. Mengingat, bertobat, dan kembali melakukan hal-hal sederhana yang dulu kita lakukan dengan kasih. Tuhan tidak meminta sesuatu yang rumit, Ia hanya meminta hati yang mau kembali. Dari pertobatan itulah kasih dipulihkan.
Quote:
Kasih dipulihkan ketika hati mau kembali.