Ada 4 langkah untuk melakukan "Saat Teduh" agar kita dapat berakar kuat di dalam Firman Allah, yang disebut 4M:
Berdoalah agar Roh Kudus melembutkan hati kita untuk dapat "menerima Firman Tuhan" yang kita baca hari ini, agar kita tidak memberontak terhadap Firman tetapi rela dikoreksi.
Membaca Firman Tuhan dengan teliti dan serius sampai menemukan kedalamannya, dengan cara mengajukan pertanyaan-pertanyaan saat membacanya.
Lakukan Firman Tuhan terus-menerus sampai menjadi kebiasaan, sebelum melakukan kita perlu juga membuat rencana penerapan yang praktis dan terukur.
Ceritakanlah dan saksikan kepada keluarga, teman dan orang yang dekat dengan Anda tentang Pelajaran yang menjadi berkat buat Anda hari ini, sebab orang yang diberkati pasti akan bersaksi.
"Dengan demikian kami makin diteguhkan oleh firman yang telah disampaikan oleh para nabi." 2 Petrus 1:19a
Rasul Paulus mengatakan, "...Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya,...yang bertolak dari iman dan memimpin kepada iman," (Roma 1:16-17).
Injil atau Alkitab adalah firman Allah, diwahyukan oleh Allah sendiri. Kata Alkitab dalam bahasa Inggris disebut Bible, berasal dari bahasa Yunani biblia atau biblos. Diwahyukan dalam bahasa Yunaninya Theopneustos: Theo berarti Allah, sedangkan pneo berarti bernafas. Artinya Allah sendiri yang memberi nafas pada setiap tulisan. Hal ini menunjukkan bahwa Alkitab bukanlah karangan yang berasal dari kepandaian manusia atau kehendak manusia, tetapi merupakan tulisan yang diilhamkan oleh Allah sendiri: "Segala tulisan yang diilhamkan Allah..." (2 Timotius 3:16), "...yang dapat memberi hikmat kepadamu dan menuntun engkau kepada keselamatan oleh iman kepada Kristus Yesus." (2 Timotius 3:15). Karena merupakan ilham dari Allah maka dasar firman-Nya adalah kebenaran. "Dasar firman-Mu adalah kebenaran dan segala hukum-hukum-Mu yang adil adalah untuk selama-lamanya." (Mazmur 119:160), sehingga semua tulisan dan kesaksian yang tertulis di dalamnya memiliki otoritas dan kuasa. Nah, supaya kita mengerti kebenaran dan hidup di dalam kebenaran maka kita harus memiliki rasa lapar dan haus akan kebenaran itu.
Tuhan Yesus berkata, "Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan." (Matius 5:6). Daud adalah contoh orang yang punya rasa lapar dan haus akan firman Allah. Dalam mazmurnya Daud mengungkapkan kerinduannya yang mendalam, "...Taurat-Mu adalah kegemaranku. Betapa kucintai Taurat-Mu! Aku merenungkannya sepanjang hari. Itulah sebabnya aku mencintai perintah-perintah-Mu lebih dari pada emas, bahkan dari pada emas tua." (Mazmur 119:77, 97, 127). Rasa haus dan lapar akan kebenaran inilah yang akan menuntun kita kepada keselamatan dan memiliki pengenalan yang benar akan Tuhan.
Karena Alkitab adalah firman Allah sendiri, maka perlakuan kita terhadap Alkitab merupakan sikap kita yang paling nyata terhadap pribadi Allah!