Ada 4 langkah untuk melakukan "Saat Teduh" agar kita dapat berakar kuat di dalam Firman Allah, yang disebut 4M:
Berdoalah agar Roh Kudus melembutkan hati kita untuk dapat "menerima Firman Tuhan" yang kita baca hari ini, agar kita tidak memberontak terhadap Firman tetapi rela dikoreksi.
Membaca Firman Tuhan dengan teliti dan serius sampai menemukan kedalamannya, dengan cara mengajukan pertanyaan-pertanyaan saat membacanya.
Lakukan Firman Tuhan terus-menerus sampai menjadi kebiasaan, sebelum melakukan kita perlu juga membuat rencana penerapan yang praktis dan terukur.
Ceritakanlah dan saksikan kepada keluarga, teman dan orang yang dekat dengan Anda tentang Pelajaran yang menjadi berkat buat Anda hari ini, sebab orang yang diberkati pasti akan bersaksi.
"Pujilah TUHAN, hai jiwaku! Pujilah nama-Nya yang kudus, hai segenap batinku!" Mazmur 103:1
Memuji Tuhan adalah cara meraih kemenangan dalam peperangan rohani, karena saat memuji Tuhan kita sedang melakukan suatu tindakan yang menjadi kebencian Iblis. Itulah sebabnya Iblis berusaha dengan segala cara mengusik orang percaya saat memuji-muji Tuhan, dengan harapan puji-pujian yang dinaikkan kepada Tuhan itu terhenti dan tersumbat. Pujian adalah simbol sebuah kemenangan, dan ketika kita menaikkan pujian bagi Tuhan berarti kita sedang mendeklarasikan iman percaya kita kepada Tuhan, saat itulah Iblis akan lari tunggang-langgang.
Banyak orang Kristen kurang menyadari pentingnya memuji Tuhan sehingga melakukan itu hanya saat ibadah saja. Di luar itu mereka jarang sekali mau memuji Tuhan, apalagi kalau sedang dihadapkan pada masalah dan kesulitan mereka cenderung dikalahkan oleh situasi, kondisi dan perasaan mereka sendiri. Ketika berada di penjara dengan kaki terbelenggu dalam pasungan yang kuat, ketika tubuh masih terluka, saat itulah terdengar puji-pujian: "...kira-kira tengah malam Paulus dan Silas berdoa dan menyanyikan puji-pujian kepada Allah dan orang-orang hukuman lain mendengarkan mereka." (Kisah 16:25). Dalam situasi yang berat sekalipun Paulus dan Silas mengangkat hatinya kepada Tuhan melalui puji-pujian, dan seketika itu "...terjadilah gempa bumi yang hebat, sehingga sendi-sendi penjara itu goyah; dan seketika itu juga terbukalah semua pintu dan terlepaslah belenggu mereka semua." (Kisah 16:26). Karena peristiwa itu pula kepala penjara beserta keluarganya percaya kepada Tuhan dan diselamatkan.
Di dalam pujian terkandung satu unsur yaitu percaya. Seseorang tidak akan memuji tanpa ada alasan yang kuat, terlebih-lebih memuji saat kondisi sulit dan tertekan. Jangan menunggu permasalahan itu lenyap baru kita mau memuji, melainkan tetaplah memuji Tuhan di tengah situasi yang tidak memungkinkan sekali pun, karena saat kita mempersembahkan korban pujian bagi Tuhan, saat itulah Roh Tuhan bekerja dengan dahsyatnya.
"Ketika itu percayalah mereka kepada segala firman-Nya, mereka menyanyikan puji-pujian kepada-Nya." Mazmur 106:12