Harapan Baru Regency

Jl. HBR Selatan Komplek Gereja No.3 Bekasi Barat

Kontak

(021) 480 2605

Panduan Renungan Harian

Ada 4 langkah untuk melakukan "Saat Teduh" agar kita dapat berakar kuat di dalam Firman Allah, yang disebut 4M:

M1. MENERIMA FIRMAN

Berdoalah agar Roh Kudus melembutkan hati kita untuk dapat "menerima Firman Tuhan" yang kita baca hari ini, agar kita tidak memberontak terhadap Firman tetapi rela dikoreksi.

M2. MERENUNGKAN FIRMAN

Membaca Firman Tuhan dengan teliti dan serius sampai menemukan kedalamannya, dengan cara mengajukan pertanyaan-pertanyaan saat membacanya.

M3. MELAKUKAN DENGAN TEKUN

Lakukan Firman Tuhan terus-menerus sampai menjadi kebiasaan, sebelum melakukan kita perlu juga membuat rencana penerapan yang praktis dan terukur.

M4. MEMBAGIKAN KESAKSIAN ATAU PERTOLONGAN

Ceritakanlah dan saksikan kepada keluarga, teman dan orang yang dekat dengan Anda tentang Pelajaran yang menjadi berkat buat Anda hari ini, sebab orang yang diberkati pasti akan bersaksi.

Sunday 07 May 2023

MENGIKUT KRISTUS SEPENUHNYA

Baca: 1 Korintus 11:1-16

"Jadilah pengikutku, sama seperti aku juga menjadi pengikut Kristus." 1 Korintus 11:1

Paulus adalah teladan yang luar biasa dalam mengikut Tuhan secara total. Oleh karena itu dia bisa berkata pada orang percaya yang lain untuk mengikuti teladannya. Paulus tahu siapa dia dalam Kristus dan dia menjalani gaya hidup yang kudus, sehingga orang-orang dapat mengikuti teladannya untuk hidup sepenuhnya bagi Kristus sebagai Juruselamat mereka.

Paulus memiliki kualitas hidup yang menjamin keberhasilannya bersama Tuhan. Kita menemukan kunci-kunci kesuksesannya dalam Filipi 3:13-14: "Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku, dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus." Dari ayat-ayat tersebut kita tahu bahwa kualitas pertama yang menjamin kesuksesan bersama Tuhan adalah kemampuan untuk berkonsentrasi pada tujuan akhir. Dalam kehidupan dan pelayanan Paulus dia fokus sepenuhnya pada Yesus Kristus. Yesus adalah segalanya bagi Paulus.

Paulus adalah orang yang sangat berpendidikan, tetapi dengan semua pendidikan dan peraihannya dia berkata, "Sebab aku telah memutuskan untuk tidak mengetahui apa-apa di antara kamu selain Yesus Kristus, yaitu Dia yang disalibkan." (1 Korintus 2:2). Dalam hidupnya Paulus sangat sukses dan penuh kemenangan dalam Yesus; namun ia berkata, "...aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya,..." (Filipi 3:13). Paulus sedang berkata bahwa dia tidak mendapat apa-apa di luar Kristus. Kerinduan dan tujuan hidupnya adalah memuliakan-Nya. Paulus berkonsentrasi pada tujuannya dan dia meraihnya, seperti dikatakannya, "Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman." (2 Timotius 4:7).

Kita sebagai orang percaya harus juga memiliki kerinduan hati yang membara untuk memuliakan Tuhan Yesus Kristus dalam hidup kita, bukan mencoba meninggikan diri kita sendiri. Kita harus memfokuskan hidup kita dalam Tuhan. Dunia kita begitu cepat berjalan sehingga jika tidak berhati-hati kita bisa kehilangan hubungan dengan Tuhan.

Untuk mendapatkan kebesaran bersama dengan Tuhan, waktu dan konsentrasi kita harus difokuskan pada sebuah tujuan: tujuan bagi Tuhan.