Harapan Baru Regency

Jl. HBR Selatan Komplek Gereja No.3 Bekasi Barat

Kontak

(021) 480 2605

Panduan Renungan Harian

Ada 4 langkah untuk melakukan "Saat Teduh" agar kita dapat berakar kuat di dalam Firman Allah, yang disebut 4M:

M1. MENERIMA FIRMAN

Berdoalah agar Roh Kudus melembutkan hati kita untuk dapat "menerima Firman Tuhan" yang kita baca hari ini, agar kita tidak memberontak terhadap Firman tetapi rela dikoreksi.

M2. MERENUNGKAN FIRMAN

Membaca Firman Tuhan dengan teliti dan serius sampai menemukan kedalamannya, dengan cara mengajukan pertanyaan-pertanyaan saat membacanya.

M3. MELAKUKAN DENGAN TEKUN

Lakukan Firman Tuhan terus-menerus sampai menjadi kebiasaan, sebelum melakukan kita perlu juga membuat rencana penerapan yang praktis dan terukur.

M4. MEMBAGIKAN KESAKSIAN ATAU PERTOLONGAN

Ceritakanlah dan saksikan kepada keluarga, teman dan orang yang dekat dengan Anda tentang Pelajaran yang menjadi berkat buat Anda hari ini, sebab orang yang diberkati pasti akan bersaksi.

Monday 03 June 2024

KRISTEN SEBAGAI IDENTITAS DIRI

Baca: Kisah Para Rasul 11:19-30

"Di Antiokhialah murid-murid itu untuk pertama kalinya disebut Kristen."  Kisah 11:26b

Kata Kristen yang dalam bahasa Yunani christianos hanya ditulis tiga kali dalam Perjanjian Baru  (Kisah 11:26, Kisah 26:28, dan 1 Petrus 4:16).  Kata Kristen ini pada mulanya adalah sebutan khusus dan spesial bagi pengikut Kristus, yang telah menunjukkan kualitas hidup seperti Kristus.  "Barangsiapa mengatakan, bahwa ia ada di dalam Dia, ia wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup."  (1 Yohanes 2:6). 

     Sekarang ini kekristenan telah kehilangan makna sesungguhnya.  Banyak orang dengan mudah menyimpulkan bahwa jika orang tampak aktif keluar masuk gereja, mengenakan kalung salib, memasang stiker kutipan ayat Alkitab di kaca mobil, atau memasang gambar Tuhan Yesus di ruang tamu, adalah orang Kristen sejati.  Identitas diri Kristen sejati harus dibuktikan melalui perbuatan hidup sehari-hari yang meneladani Kristus, yang membawa kita mendapatkan pengakuan, baik itu dari manusia, terlebih lagi pengakuan dari Tuhan, sehingga kita layak disebut saksi Kristus dan dipercaya untuk melakukan perkara-perkara besar.  Jadi Kristen itu bukan sekedar label atau atribut, tetapi identitas yang melekat dan menjadi daging  (perbuatan).

     Inilah identitas Kristen sejati:  1.  Terlibat dalam pemberitaan Injil.  "...ada beberapa orang Siprus dan orang Kirene yang tiba di Antiokhia dan berkata-kata juga kepada orang-orang Yunani dan memberitakan Injil, bahwa Yesus adalah Tuhan."  (Kisah 11:20).  Memberitakan Injil atau bersaksi tentang Kristus adalah amanat agung Tuhan bagi setiap orang percaya.  Memberitakan Injil tidak harus berada di atas mimbar, tetapi dapat dilakukan di mana pun dan kapan pun.  Cara paling efektif memberitakan Injil adalah melalui teladan hidup kita.  2.  Memiliki kesetiaan.  "Ia menasihati mereka, supaya mereka semua tetap setia kepada Tuhan,"  (Kisah 11:23).  Alkitab menyatakan banyak yang dipanggil tetapi sedikit yang dipilih  (baca  Matius 22:14), dan dari sedikit yang dipilih itu lebih sedikit lagi yang setia.  Sudahkah kita menjadi orang-orang Kristen yang setia?  Ada upah besar Tuhan sediakan bagi orang yang setia sampai akhir  (baca  Wahyu 2:10b).

Kristen sejati adalah seorang yang setia mengikut Tuhan Yesus di segala keadaan dan memiliki roh yang menyala-nyala untuk memberitakan Injil.