Ada 4 langkah untuk melakukan "Saat Teduh" agar kita dapat berakar kuat di dalam Firman Allah, yang disebut 4M:
Berdoalah agar Roh Kudus melembutkan hati kita untuk dapat "menerima Firman Tuhan" yang kita baca hari ini, agar kita tidak memberontak terhadap Firman tetapi rela dikoreksi.
Membaca Firman Tuhan dengan teliti dan serius sampai menemukan kedalamannya, dengan cara mengajukan pertanyaan-pertanyaan saat membacanya.
Lakukan Firman Tuhan terus-menerus sampai menjadi kebiasaan, sebelum melakukan kita perlu juga membuat rencana penerapan yang praktis dan terukur.
Ceritakanlah dan saksikan kepada keluarga, teman dan orang yang dekat dengan Anda tentang Pelajaran yang menjadi berkat buat Anda hari ini, sebab orang yang diberkati pasti akan bersaksi.
"Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, --dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri?" 1 Korintus 6:19
Tak seorang pun suka jika rumahnya kotor dan berantakan. Itulah sebabnya kita berusaha menjaga kebersihan rumah setiap hari, mulai dari menyapu, mengepel, merapikan dan sebagainya, supaya rumah selalu dalam keadaan bersih, rapi dan terawat baik. Jika ada orang yang dengan sengaja mengotori rumah kita, tanpa segan kita pasti akan menegurnya. Keluarga-keluarga berekonomi mapan (hidup berkecukupan) biasanya mempekerjakan asisten rumah tangga untuk mengurus rumahnya, sehingga si pemilik rumah tak perlu repot-repot membersihkan rumahnya sendirian.
Tuhan marah besar ketika melihat Bait Suci telah dikotori dan disalahgunakan oleh orang-orang untuk berdagang. Ia pun mengusir orang-orang yang berjual beli, meja-meja penukar uang dan bangku-bangku pedagang merpati dibalikkan-Nya, serta tidak memperbolehkan orang membawa barang-barang melintasi halaman Bait Suci tersebut (Markus 11:15-16), sebab "Rumah-Ku akan disebut rumah doa bagi segala bangsa? Tetapi kamu ini telah menjadikannya sarang penyamun!" (Markus 11:17). Bait Suci adalah tempat yang sangat sakral, tempat di mana hadirat Tuhan melawat umat-Nya, dan tempat umat bersekutu dan berdoa, bukan sarang penyamun.
Begitu pula rasul Paulus memperingatkan bahwa ketika kita percaya kepada Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat, saat itu pula kita dimeteraikan dengan Roh Kudus dan Roh Kudus tinggal di dalam diri kita, sehingga tubuh kita menjadi bait Roh Kudus. Karena tubuh ini adalah bait Roh Kudus maka kita harus benar-benar menjaga kebersihannya dan bagaimana supaya Roh Kudus merasa 'betah' tinggal di dalam kita. Tapi seringkali kita mengotori bait Roh Kudus dan bahkan merusaknya dengan hal-hal yang bersifat duniawi (Galatia 5:19-21). Karena itu janganlah kita menyerahkan anggota-anggota tubuh kita ini kepada dosa untuk dipakai sebagai senjata kelaliman, melainkan kita menyerahkan anggota-anggota tubuh untuk menjadi senjata kebenaran (Roma 6:13).
"Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!" 1 Korintus 6:20