Ada 4 langkah untuk melakukan "Saat Teduh" agar kita dapat berakar kuat di dalam Firman Allah, yang disebut 4M:
Berdoalah agar Roh Kudus melembutkan hati kita untuk dapat "menerima Firman Tuhan" yang kita baca hari ini, agar kita tidak memberontak terhadap Firman tetapi rela dikoreksi.
Membaca Firman Tuhan dengan teliti dan serius sampai menemukan kedalamannya, dengan cara mengajukan pertanyaan-pertanyaan saat membacanya.
Lakukan Firman Tuhan terus-menerus sampai menjadi kebiasaan, sebelum melakukan kita perlu juga membuat rencana penerapan yang praktis dan terukur.
Ceritakanlah dan saksikan kepada keluarga, teman dan orang yang dekat dengan Anda tentang Pelajaran yang menjadi berkat buat Anda hari ini, sebab orang yang diberkati pasti akan bersaksi.
"Janganlah kamu membuat berhala bagimu, dan patung atau tugu berhala janganlah kamu dirikan bagimu; juga batu berukir janganlah kamu tempatkan di negerimu untuk sujud menyembah kepadanya, sebab Akulah TUHAN, Allahmu." Imamat 26:1
Alkitab menegaskan bahwa yang harus menjadi sasaran penyembahan kita adalah Allah yang hidup, bukan berhala yang berupa patung, tugu atau batu berukir! Ironisnya sampai sat ini masih ada saja anak Tuhan yang menyembah patung atau batu, padahal patung dan batu itu adalah benda mati yang tidak punya nafas hidup.
Di zaman Perjanjian Lama, banyak disebutkan penyembahan-penyembahan yang tidak benar, yaitu penyembahan kepada berhala yang begitu merajalela di antara bangsa-bangsa. Yang dimaksud penyembahan berhala adalah penyembahan kepada apa pun dan siap pun kecuali kepada Allah yang benar. Dan penyembahan terhadap ilah-ilah lain adalah kekejian bagi Tuhan! "Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, jauhilah penyembahan berhala!" (1 Korintus 10:14). Kita sebagai orang percaya yang penyembah Allah yang benar dan hidup di dalam nama Tuhan Yesus Kristus tidak seharusnya menyembah Dia dengan asal-asalan; jangan sampai penyembahan kepadaNya sebatas ritual atau rutinitas mingguan saja.
Sebagai penyembah kita harus memiliki sikap hati yang benar di hadapan Tuhan agar penyembahan kita diterima dan berkenan kepadaNya, bukan sebaliknya menjadi kejijikan bagi Dia. "Jangan lagi membawa persembahanmu yang tidak sungguh, sebab baunya adalah kejijikan bagi-Ku." (Yesaya 1:13a). Jadi penyembahan tanpa hidup taat kepada firman Tuhan adalah sia-sia, Kehidupan yang kudus (sales) adalah syarat mutlak setiap penyembahan karena penyembahan melibatkan hubungan dengan Tuhan sebagai Pribadi yang menjadi pusat penyembahan kita, yang di dalamnya terkandung unsur penundukan diri, penghormatan dan pelayanan yang bukan sekedar tindakan, tapi berbicara tentang sikap hati. Oleh karena itu penyembahan kepada Tuhan harus kita lakukan dengan sepenuh hati melalui hidup yang dipersembahkan kepadaNya dan taat kepada kehendakNya.
Tanpa ketaatan (kesalehan) hidup, penyembahan yang kita berikan kepada Tuhan adalah sia-sia!