Harapan Baru Regency

Jl. HBR Selatan Komplek Gereja No.3 Bekasi Barat

Kontak

(021) 480 2605

Panduan Renungan Harian

Ada 4 langkah untuk melakukan "Saat Teduh" agar kita dapat berakar kuat di dalam Firman Allah, yang disebut 4M:

M1. MENERIMA FIRMAN

Berdoalah agar Roh Kudus melembutkan hati kita untuk dapat "menerima Firman Tuhan" yang kita baca hari ini, agar kita tidak memberontak terhadap Firman tetapi rela dikoreksi.

M2. MERENUNGKAN FIRMAN

Membaca Firman Tuhan dengan teliti dan serius sampai menemukan kedalamannya, dengan cara mengajukan pertanyaan-pertanyaan saat membacanya.

M3. MELAKUKAN DENGAN TEKUN

Lakukan Firman Tuhan terus-menerus sampai menjadi kebiasaan, sebelum melakukan kita perlu juga membuat rencana penerapan yang praktis dan terukur.

M4. MEMBAGIKAN KESAKSIAN ATAU PERTOLONGAN

Ceritakanlah dan saksikan kepada keluarga, teman dan orang yang dekat dengan Anda tentang Pelajaran yang menjadi berkat buat Anda hari ini, sebab orang yang diberkati pasti akan bersaksi.

Saturday 09 July 2022

PENYEMBAHAN KEPADA TUHAN YANG BENAR

Baca: Imamat 26:1-13

"Janganlah kamu membuat berhala bagimu, dan patung atau tugu berhala janganlah kamu dirikan bagimu; juga batu berukir janganlah kamu tempatkan di negerimu untuk sujud menyembah kepadanya, sebab Akulah TUHAN,..."  Imamat 26:1

Yang harus menjadi sasaran dan pusat penyembahan orang percaya adalah Tuhan yang benar dan hidup, bukanlah berhala-berhala dalam rupa patung, tugu, atau batu ukir-ukiran.  Ironisnya masih ada orang-orang yang tidak menjadikan Tuhan sebagai pusat penyembahan mereka, melainkan mereka menjadikan patung, tugu, atau batu ukiran sebagai pusat sesembahan.  Penyembahan kepada apa pun dan siapa pun, selain kepada Tuhan yang benar dan hidup, adalah penyembahan berhala.  Tentang hal ini pemazmur menyatakan,  "Berhala bangsa-bangsa adalah perak dan emas, buatan tangan manusia, mempunyai mulut, tetapi tidak dapat berkata-kata, mempunyai mata, tetapi tidak dapat melihat, mempunyai telinga, tetapi tidak dapat mendengar, juga nafas tidak ada dalam mulut mereka. Seperti itulah jadinya orang-orang yang membuatnya, semua orang yang percaya kepadanya."  (Mazmur 135:15-18).

     Penyembahan terhadap ilah-ilah lain merupakan kekejian di mata Tuhan!  Oleh sebab itu rasul Paulus memperingatkan,  "...saudara-saudaraku yang kekasih, jauhilah penyembahan berhala!"  (1 Korintus 10:14).  Sebagai orang percaya yang memiliki Tuhan yang hidup dan benar, seharusnya kita tidak menyembah Dia dengan asal-asalan atau sembarangan, sebatas ritual keagamaan semata.  Penyembahan kepada Tuhan menyangkut sikap hati dan juga ketaatan kita dalam melakukan kehendak-Nya.  Tanpa sikap hati yang benar dan ketaatan, penyembahan kita tak ada arti apa-apa di hadapan Tuhan, dan itu hanya akan membangkitkan murka Tuhan.

     Penyembahan kepada Tuhan sesungguhnya berbicara tentang gaya hidup kudus.  Ini adalah bentuk penyembahan yang berkenan kepada Tuhan dan mendatangkan berkat.  "Aku akan memberi kamu hujan pada masanya, sehingga tanah itu memberi hasilnya dan pohon-pohonan di ladangmu akan memberi buahnya. Kamu akan makan makananmu sampai kenyang dan diam di negerimu dengan aman tenteram."  (Imamat 26:4-5).

Inti dari penyembahan kepada Tuhan yang hidup dan benar adalah ketaatan kita!  Penyembahan yang demikian pasti mendatangkan berkat Tuhan!