Ada 4 langkah untuk melakukan "Saat Teduh" agar kita dapat berakar kuat di dalam Firman Allah, yang disebut 4M:
Berdoalah agar Roh Kudus melembutkan hati kita untuk dapat "menerima Firman Tuhan" yang kita baca hari ini, agar kita tidak memberontak terhadap Firman tetapi rela dikoreksi.
Membaca Firman Tuhan dengan teliti dan serius sampai menemukan kedalamannya, dengan cara mengajukan pertanyaan-pertanyaan saat membacanya.
Lakukan Firman Tuhan terus-menerus sampai menjadi kebiasaan, sebelum melakukan kita perlu juga membuat rencana penerapan yang praktis dan terukur.
Ceritakanlah dan saksikan kepada keluarga, teman dan orang yang dekat dengan Anda tentang Pelajaran yang menjadi berkat buat Anda hari ini, sebab orang yang diberkati pasti akan bersaksi.
"Adapun Rumah ini, kemegahannya yang kemudian akan melebihi kemegahannya yang semula, firman TUHAN semesta alam, dan di tempat ini Aku akan memberi damai sejahtera, demikianlah firman TUHAN semesta alam." Hagai 2:10
Ada banyak orang percaya yang tidak lagi memerhatikan rumah 'rohani'nya karena mereka terlalu disibukkan dengan kepentingan pribadi. Rumah 'rohani'nya dibiarkan rusak, tidak terawat dan dipenuhi kotoran-kotoran di dalamnya: kepahitan, sakit hati, kebencian dan sebagainya. "...rumah-rumahmu yang dipapani dengan baik, sedang Rumah ini tetap menjadi reruntuhan?" (Hagai 1:4). Firman Tuhan memeringatkan: "Beginilah firman TUHAN semesta alam: Perhatikanlah keadaanmu! Jadi naiklah ke gunung, bawalah kayu dan bangunlah Rumah itu; maka Aku akan berkenan kepadanya dan akan menyatakan kemuliaan-Ku di situ, firman TUHAN." (Hagai 1:7-8). Rumah rohani kita harus dirombak dan dibangun kembali!
Naiklah ke gunung berarti naik ke gunung doa dengan membawa 'kayu'. Kayu berbicara mengenai 'beban kayu salib'. Bangunlah rumah itu artinya dengan salib Kristus kita harus membangun rumah rohani kita. Tuhan Yesus sebagai 'batu penjuru' dan kita sebagai batu-batu lainnya. Batu-batu ini harus diratakan satu dengan lainnya agar dapat dipakai menjadi bangunan yang baik. "Di dalam Dia tumbuh seluruh bangunan, rapih tersusun, menjadi bait Allah yang kudus, di dalam Tuhan. Di dalam Dia kamu juga turut dibangunkan menjadi tempat kediaman Allah, di dalam Roh." (Efesus 2:21-22).
Tuhan berkata, "...bekerjalah, sebab Aku ini menyertai kamu," (Hagai 2:5). Jika kita bekerja untuk Tuhan jangan pernah pikirkan soal materi (berkat), sebab "Kepunyaan-Kulah perak dan kepunyaan-Kulah emas, demikianlah firman TUHAN semesta alam." (Hagai 2:9). Alkitab dengan jelas menyatakan bahwa bila kita bekerja sungguh-sungguh untuk Tuhan menurut rencana-Nya, Tuhan berkata, "Aku akan menggoncangkan segala bangsa, sehingga barang yang indah-indah kepunyaan segala bangsa datang mengalir, maka Aku akan memenuhi Rumah ini dengan kemegahan, firman TUHAN semesta alam." (Hagai 2:8). Yang terpenting adalah Roh Tuhan menyertai kita seperti firman-Nya, "Dan Roh-Ku tetap tinggal di tengah-tengahmu. Janganlah takut!" (Hagai 2:6).
Ada berkat-berkat luar biasa yang Tuhan sediakan bagi orang-orang yang memerhatikan dan sungguh-sungguh bekerja untuk rumah 'rohani'!