Harapan Baru Regency

Jl. HBR Selatan Komplek Gereja No.3 Bekasi Barat

Kontak

(021) 480 2605

Panduan Renungan Harian

Ada 4 langkah untuk melakukan "Saat Teduh" agar kita dapat berakar kuat di dalam Firman Allah, yang disebut 4M:

M1. MENERIMA FIRMAN

Berdoalah agar Roh Kudus melembutkan hati kita untuk dapat "menerima Firman Tuhan" yang kita baca hari ini, agar kita tidak memberontak terhadap Firman tetapi rela dikoreksi.

M2. MERENUNGKAN FIRMAN

Membaca Firman Tuhan dengan teliti dan serius sampai menemukan kedalamannya, dengan cara mengajukan pertanyaan-pertanyaan saat membacanya.

M3. MELAKUKAN DENGAN TEKUN

Lakukan Firman Tuhan terus-menerus sampai menjadi kebiasaan, sebelum melakukan kita perlu juga membuat rencana penerapan yang praktis dan terukur.

M4. MEMBAGIKAN KESAKSIAN ATAU PERTOLONGAN

Ceritakanlah dan saksikan kepada keluarga, teman dan orang yang dekat dengan Anda tentang Pelajaran yang menjadi berkat buat Anda hari ini, sebab orang yang diberkati pasti akan bersaksi.

Saturday 06 August 2022

MERDEKA: Terbebas Dari Belenggu

Baca: Galatia 5:1-15

"Saudara-saudara, memang kamu telah dipanggil untuk merdeka. Tetapi janganlah kamu mempergunakan kemerdekaan itu sebagai kesempatan untuk kehidupan dalam dosa, melainkan layanilah seorang akan yang lain oleh kasih."  Galatia 5:13

Tidak ada satu bangsa mana pun di belahan bumi ini yang mau dijajah, ditindas, ditekan oleh bangsa lain, sebab bangsa yang dijajah berarti terampas kebebasannya.  Bukan hanya itu, penindasan dan penjajahan selalu mengakibatkan penderitaan dan kepahitan hidup bagi bangsa yang dijajahnya.  Bukankah hal ini juga pernah dialami oleh bangsa Indonesia?  Selama ratusan tahun bangsa kita harus hidup dalam tekanan dan penderitaan karena dijajah oleh bangsa lain. Bahkan bangsa Indonesia juga pernah mengalami apa yang disebut kerja paksa. Hal ini terjadi di masa penjajahan Jepang.  Romusha adalah panggilan bagi orang-orang Indonesia yang dipekerjakan secara paksa pada masa penjajahan Jepang di Indonesia dari tahun 1942 hingga 1945.

     Terpujilah nama Tuhan, yang telah memberi kelepasan, kelegaan dan kemerdekaan pada bangsa Indonesia 70 tahun yang lalu.  Kini kita seluruh rakyat Indonesia hidup dalam kemerdekaan, dan dapat secara leluasa menentukan kebijakan dan program negara tanpa adanya tekanan atau intervensi dari pihak mana pun.  Tugas kita sekarang adalah mempertahankan kemerdekaan yang telah diraih dan mengisi kemerdekaan itu dengan hal-hal yang positif demi kemajuan bangsa! Sebagai orang percaya, status kita juga adalah orang-orang yang merdeka!  Melalui karya Kristus di atas kayu salib kita telah dibebaskan dan dimerdekakan dari belenggu dosa.  "Kamu telah dimerdekakan dari dosa dan menjadi hamba kebenaran."  (Roma 6:18),  "...dimerdekakan dari perbudakan kebinasaan dan masuk ke dalam kemerdekaan kemuliaan anak-anak Allah."  (Roma 8:21). Oleh karena itu  "Hiduplah sebagai orang merdeka dan bukan seperti mereka yang menyalahgunakan kemerdekaan itu untuk menyelubungi kejahatan-kejahatan mereka, tetapi hiduplah sebagai hamba Allah."  (1 Petrus 2:16).

     Karena kita bukan lagi sebagai hamba dosa, melainkan hamba kebenaran, maka kita pun harus hidup dalam kebenaran dan tidak lagi menyerahkan anggota-anggota tubuh kita untuk dipakai sebagai senjata kelaliman, melainkan sebagai senjata kebenaran.

Merdeka berarti tidak lagi menjadi budak dosa, tapi hidup bagi kebenaran!