Harapan Baru Regency

Jl. HBR Selatan Komplek Gereja No.3 Bekasi Barat

Kontak

(021) 480 2605

Panduan Renungan Harian

Ada 4 langkah untuk melakukan "Saat Teduh" agar kita dapat berakar kuat di dalam Firman Allah, yang disebut 4M:

M1. MENERIMA FIRMAN

Berdoalah agar Roh Kudus melembutkan hati kita untuk dapat "menerima Firman Tuhan" yang kita baca hari ini, agar kita tidak memberontak terhadap Firman tetapi rela dikoreksi.

M2. MERENUNGKAN FIRMAN

Membaca Firman Tuhan dengan teliti dan serius sampai menemukan kedalamannya, dengan cara mengajukan pertanyaan-pertanyaan saat membacanya.

M3. MELAKUKAN DENGAN TEKUN

Lakukan Firman Tuhan terus-menerus sampai menjadi kebiasaan, sebelum melakukan kita perlu juga membuat rencana penerapan yang praktis dan terukur.

M4. MEMBAGIKAN KESAKSIAN ATAU PERTOLONGAN

Ceritakanlah dan saksikan kepada keluarga, teman dan orang yang dekat dengan Anda tentang Pelajaran yang menjadi berkat buat Anda hari ini, sebab orang yang diberkati pasti akan bersaksi.

Tuesday 05 November 2024

YOHANES MARKUS: Bangkit Dari Kegagalan

Baca: 2 Timotius 4:9-18

"Jemputlah Markus dan bawalah ia ke mari, karena pelayanannya penting bagiku."  2 Timotius 4:11b

Meski sempat mundur dari pelayanan dan dinilai sebagai orang yang gagal dalam ujian kesetiaan, dan bahkan menjadi penyebab terjadinya perselisihan Paulus dan Barnabas, Yohanes Markus mampu bangkit dari kegagalannya.  Dari mana kita mengetahui Yohanes Markus sudah tidak seperti dulu lagi?  Dari pernyataan Paulus melalui suratnya kepada Timotius:  "Jemputlah Markus dan bawalah ia ke mari, karena pelayanannya penting bagiku."  (ayat nas).  Ini menunjukkan bahwa Yohanes Markus telah berubah dan berada di jalur yang benar yaitu melayani Tuhan dengan sungguh dan berani membayar harga!  Jadi kisah perjalanan hidup Yohanes Markus tidak berakhir pada kegagalan dan kesalahan.

     Siapa yang berperan penting dalam kebangkitan iman Yohanes Markus?  Keluarganyalah yang sungguh berperan amat penting bagi pertumbuhan imannya.  Beruntung sekali Yohanes Markus tumbuh dan berkembang di lingkungan keluarga yang takut akan Tuhan.  Apa buktinya?  Rumahnya sering dijadikan tempat persekutuan doa sehingga banyak orang percaya berkumpul dan berdoa.  "...pergilah ia  (Petrus - Red.)  ke rumah Maria, ibu Yohanes yang disebut juga Markus. Di situ banyak orang berkumpul dan berdoa."  (Kisah 12:12).  Atmosfer sorgawi memenuhi rumah keluarganya,  dan hal itu berdampak besar bagi pertumbuhan rohaninya.  Tekadnya melayani Tuhan pun semakin berkobar-kobar, ketika mendengar kesaksian Petrus yang dibebaskan Tuhan dari penjara melalui pertolongan malaikat yang diutus langsung oleh Tuhan.  Apa yang dialami oleh Petrus itu semakin meneguhkan iman Markus.  Bahkan di dalam suratnya, secara khusus Petrus memanggil Markus sebagai anak rohaninya  (baca  1 Petrus 5:13).

     Selain itu Barnabas dan Paulus adalah dua pribadi yang punya andil besar dalam hidup Markus, sehingga ia mengalami titik balik dalam hidupnya.  Dari merekalah Markus belajar bagaimana menjadi pelayan Tuhan yang penuh integritas;  dan karena kasih karunia Tuhan semata Markus kembali beroleh kesempatan mengerjakan panggilan Tuhan.

"Dan mereka yang dipanggil-Nya, mereka itu juga dibenarkan-Nya. Dan mereka yang dibenarkan-Nya, mereka itu juga dimuliakan-Nya."  Roma 8:30