Harapan Baru Regency

Jl. HBR Selatan Komplek Gereja No.3 Bekasi Barat

Kontak

(021) 480 2605

Panduan Renungan Harian

Ada 4 langkah untuk melakukan "Saat Teduh" agar kita dapat berakar kuat di dalam Firman Allah, yang disebut 4M:

M1. MENERIMA FIRMAN

Berdoalah agar Roh Kudus melembutkan hati kita untuk dapat "menerima Firman Tuhan" yang kita baca hari ini, agar kita tidak memberontak terhadap Firman tetapi rela dikoreksi.

M2. MERENUNGKAN FIRMAN

Membaca Firman Tuhan dengan teliti dan serius sampai menemukan kedalamannya, dengan cara mengajukan pertanyaan-pertanyaan saat membacanya.

M3. MELAKUKAN DENGAN TEKUN

Lakukan Firman Tuhan terus-menerus sampai menjadi kebiasaan, sebelum melakukan kita perlu juga membuat rencana penerapan yang praktis dan terukur.

M4. MEMBAGIKAN KESAKSIAN ATAU PERTOLONGAN

Ceritakanlah dan saksikan kepada keluarga, teman dan orang yang dekat dengan Anda tentang Pelajaran yang menjadi berkat buat Anda hari ini, sebab orang yang diberkati pasti akan bersaksi.

Friday 08 November 2024

MASA PENANTIAN YANG TAK MUDAH

Baca: Habakuk 2:1-5

"Sebab penglihatan itu masih menanti saatnya, tetapi ia bersegera menuju kesudahannya dengan tidak menipu; apabila berlambat-lambat, nantikanlah itu, sebab itu sungguh-sungguh akan datang dan tidak akan bertangguh."  Habakuk 2:3

Siapa pun orangnya jika disuruh untuk menanti sesuatu pasti merasa bosan, jenuh dan tidak lagi sabar.  Dalam segala hal kita maunya serba instan, GPL  (gak pake lama), lalu muncullah istilah makanan cepat saji.  Kita tidak mau menanti, apalagi dalam kurun waktu yang lama, sedangkan mengantri yang cuma membutuhkan waktu beberapa menit saja kita tidak mau.  Bahkan budaya antri belum terbentuk di negeri kita ini.  Perhatikan dalam kehidupan sehari-hari:  ketika jalanan padat merayap atau macet banyak sekali pengemudi yang tidak mau sabar atau antri, mereka saling serobot, berani melanggar marka jalan dan membunyikan klakson tanpa henti.  Di lampu merah sekali pun mereka tidak sabar menanti meski cuma beberapa menit.  Tak jauh beda ketika mengantri di kasir atau loket pembayaran, tanpa rasa bersalah ada saja orang-orang yang menyerobot antrian.

     Rasa tidak sabar menanti dan menginginkan sesuatu secara cepat juga terjadi pada Abraham.  Ketika berumur tujuh puluh lima tahun Tuhan berjanji kepada Abraham bahwa ia akan menjadi bangsa yang besar.  "Coba lihat ke langit, hitunglah bintang-bintang, jika engkau dapat menghitungnya...Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu."  (Kejadian 15:5).  Namun setelah menunggu waktu 10 tahun lamanya Sara  (isterinya)  belum juga mengandung Abraham pun menjadi tidak sabar, akhirnya ia pun mengikuti saran isterinya untuk menghampiri hambanya, Hagar  (baca  Kejadian 16:2), yang akhirnya melahirkan seorang anak yaitu Ismael, tetapi Ismael bukanlah anak perjanjian.  Karena kurang sabar menanti janji Tuhan Abraham nekad mengambil jalan pintas walaupun akhirnya Tuhan menepati janji-Nya:  Sara mengandung dan melahirkan Ishak baginya sebagai anak perjanjian.  Abraham harus menunggu selama dua puluh lima tahun!

     Tuhan mengijinkan Abraham menunggu dalam waktu yang cukup lama karena Ia sedang membentuk dan menguji imannya, sampai akhirnya ia layak dan pantas untuk disebut bapa dari semua orang beriman.

"...Engkau sanggup melakukan segala sesuatu, dan tidak ada rencana-Mu yang gagal."  Ayub 42:2