Harapan Baru Regency

Jl. HBR Selatan Komplek Gereja No.3 Bekasi Barat

Kontak

(021) 480 2605

Panduan Renungan Harian

Ada 4 langkah untuk melakukan "Saat Teduh" agar kita dapat berakar kuat di dalam Firman Allah, yang disebut 4M:

M1. MENERIMA FIRMAN

Berdoalah agar Roh Kudus melembutkan hati kita untuk dapat "menerima Firman Tuhan" yang kita baca hari ini, agar kita tidak memberontak terhadap Firman tetapi rela dikoreksi.

M2. MERENUNGKAN FIRMAN

Membaca Firman Tuhan dengan teliti dan serius sampai menemukan kedalamannya, dengan cara mengajukan pertanyaan-pertanyaan saat membacanya.

M3. MELAKUKAN DENGAN TEKUN

Lakukan Firman Tuhan terus-menerus sampai menjadi kebiasaan, sebelum melakukan kita perlu juga membuat rencana penerapan yang praktis dan terukur.

M4. MEMBAGIKAN KESAKSIAN ATAU PERTOLONGAN

Ceritakanlah dan saksikan kepada keluarga, teman dan orang yang dekat dengan Anda tentang Pelajaran yang menjadi berkat buat Anda hari ini, sebab orang yang diberkati pasti akan bersaksi.

Wednesday 06 December 2023

TIDAK LAGI BERLAKU DUNIAWI

Baca: Yohanes 17:1-26

"Aku telah memberikan firman-Mu kepada mereka dan dunia membenci mereka, karena mereka bukan dari dunia, sama seperti Aku bukan dari dunia."  Yohanes 17:14

Dalam suratnya kepada jemaat di Korintus rasul Paulus menegaskan bahwa siapa saja yang ada di dalam Kristus, tinggal di dalam Dia dan firman-Nya, ia adalah ciptaan baru  (2 Korintus 5:17).  Karena sudah menjadi milik Kristus dengan menyandang status sebagai ciptaan baru, tak mengherankan bila dunia membenci mereka sebagaimana yang Kristus katakan:  "...dunia membenci mereka, karena mereka bukan dari dunia, sama seperti Aku bukan dari dunia."  (ayat nas).  Orang percaya yang sudah tinggal di dalam Kristus dan firman-Nya kini memiliki kewargaan baru yaitu warga Kerajaan Sorga  (Filipi 3:10).  Itulah sebabnya kita dapat dikatakan bukan dari dunia, tetapi sudah menjadi milik Kerajaan Sorga, sama seperti Kristus yang datang dari sorga.

     Karena kita memiliki kewargaan baru yaitu warga sorga, maka kita pun dituntut untuk memiliki kehidupan yang sesuai dengan aturan yang berlaku di sorga.  Aturan atau hukum yang berlaku di sorga adalah firman Tuhan.  Hidup sesuai dengan aturan sorga berarti hidup menurut pimpinan Roh Kudus, bukan menuruti keinginan daging  (Galatia 5:16).  Sekalipun tubuh jasmani kita masih ada di dunia alias masih hidup di dunia, tapi kita harus punya kehidupan yang berbeda dengan orang-orang dunia.  Di dunia ini kita memang masih harus melakukan berbagai aktivitas dan pekerjaan untuk kelangsungan hidup, tapi biarlah kita memiliki prinsip Alkitabiah:  "Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia."  (Kolose 3:23) dan tetap mendahulukan kerajaan-Nya dan kebenaran-Nya  (Matius 6:33).

     Karena orang percaya adalah warga sorga, maka kita harus memiliki perbuatan yang mencerminkan Kristus, yang senantiasa menghasilkan buah roh dalam kehidupan sehari-hari:  "...kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri."  (Galatia 5:22-23).  Adapun syarat utama seorang warga sorga adalah hidup dalam kekudusan,  "Kuduslah kamu, sebab Aku kudus."  (1 Petrus 1:16), dan menjauhi segala bentuk kecemaran, sebab kita dipanggil bukan untuk melakukan apa yang cemar, melainkan apa yang kudus  (1 Tesalonika 4:7).

Warga sorgawi wajib hidup sama seperti Kristus hidup  (1 Yohanes 2:6).