Ada 4 langkah untuk melakukan "Saat Teduh" agar kita dapat berakar kuat di dalam Firman Allah, yang disebut 4M:
Berdoalah agar Roh Kudus melembutkan hati kita untuk dapat "menerima Firman Tuhan" yang kita baca hari ini, agar kita tidak memberontak terhadap Firman tetapi rela dikoreksi.
Membaca Firman Tuhan dengan teliti dan serius sampai menemukan kedalamannya, dengan cara mengajukan pertanyaan-pertanyaan saat membacanya.
Lakukan Firman Tuhan terus-menerus sampai menjadi kebiasaan, sebelum melakukan kita perlu juga membuat rencana penerapan yang praktis dan terukur.
Ceritakanlah dan saksikan kepada keluarga, teman dan orang yang dekat dengan Anda tentang Pelajaran yang menjadi berkat buat Anda hari ini, sebab orang yang diberkati pasti akan bersaksi.
"Kami selalu mengucap syukur kepada Allah karena kamu semua dan menyebut kamu dalam doa kami." 1 Tesalonika 1:2
Rasul Paulus adalah figur hamba Tuhan yang layak diteladani semua orang percaya. Meski dihadapkan pada banyak ujian dan penderitaan, komitmennya untuk melayani Tuhan tetap tak tergoyahkan. Semangatanya memberitakan Injil Kristus terus membara.
Bagaimana dengan kita? Alkitab menasihati, "Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan." (Roma 12:11). Di segala keadaan, semangat dan sukacita Paulus tak pernah berkurang sedikit pun dalam memberitakan Injil seperti yang ia ungkapkan di hadapan jemaat di Tesalonika ini. Meski kedatangan Paulus dan rekan-rekannya di sana tidak berlangsung lama, namun pelayanan mereka membawa dampak yang luar biasa. Itulah sebabnya Rasul Paulus berkata, "...kedatangan kami di antaramu tidaklah sia-sia." (1 Tesalonika 2:1). Ada buah-buah yang telah dihasilkan, di antaranya: 1. Iman jemaat di Tesalonika makin kuat. "Sebab kami selalu mengingat pekerjaan imanmu, usaha kasihmu dan ketekunan pengharapanmu kepada Tuhan kita Yesus Kristus di hadapan Allah dan Bapa kita." (1 Tesalonika 1:3); dan itu telah tersiar di mana-mana. Ini menunjukkan bahwa mereka memberikan respons yang baik terhadap pemberitaan firman yang disampaikan rasul Paulus. "Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus." (Roma 10:17). Kehidupan jemaat di Tesalonika menjadi kesaksian yang baik bagi banyak orang, "...di semua tempat telah tersiar kabar tentang imanmu kepada Allah," (1 Tesalonika 1:8).
2. Banyak orang bertobat. Tadinya menyembah berhala, sekarang "...berbalik dari berhala-berhala kepada Allah untuk melayani Allah yang hidup dan yang benar," (1 Tesalonika 1:9). Sungguh dahsyat kuasa Injil! "Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua manapun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita." (Ibrani 4:12). Apakah keberhasilan ini oleh karena kehebatan rasul Paulus? Bukan.
Karena pekerjaan Roh Kuduslah pelayanan Paulus menjadi berhasil; jadi tanpa campur tanganNya, pelayanan kita tidak berarti apa-apa!