Harapan Baru Regency

Jl. HBR Selatan Komplek Gereja No.3 Bekasi Barat

Kontak

(021) 480 2605

Panduan Renungan Harian

Ada 4 langkah untuk melakukan "Saat Teduh" agar kita dapat berakar kuat di dalam Firman Allah, yang disebut 4M:

M1. MENERIMA FIRMAN

Berdoalah agar Roh Kudus melembutkan hati kita untuk dapat "menerima Firman Tuhan" yang kita baca hari ini, agar kita tidak memberontak terhadap Firman tetapi rela dikoreksi.

M2. MERENUNGKAN FIRMAN

Membaca Firman Tuhan dengan teliti dan serius sampai menemukan kedalamannya, dengan cara mengajukan pertanyaan-pertanyaan saat membacanya.

M3. MELAKUKAN DENGAN TEKUN

Lakukan Firman Tuhan terus-menerus sampai menjadi kebiasaan, sebelum melakukan kita perlu juga membuat rencana penerapan yang praktis dan terukur.

M4. MEMBAGIKAN KESAKSIAN ATAU PERTOLONGAN

Ceritakanlah dan saksikan kepada keluarga, teman dan orang yang dekat dengan Anda tentang Pelajaran yang menjadi berkat buat Anda hari ini, sebab orang yang diberkati pasti akan bersaksi.

Friday 08 September 2023

TAK PANTAS MEMEGAHKAN DIRI

Baca: 1 Korintus 9:1-18

"Karena jika aku memberitakan Injil, aku tidak mempunyai alasan untuk memegahkan diri."  1 Korintus 9:16a

Sering dijumpai ada banyak orang Kristen yang sikapnya mulai berubah saat sudah terlibat dalam pelayanan.  Mereka merasa diri menjadi orang  'penting'  karena terlibat dalam pelayanan atau dipercaya untuk sebuah pelayanan pekerjaan Tuhan.  Di sisi lain jemaat juga seringkali menilai, mengukur atau membanding-bandingkan pelayan Tuhan atau hamba Tuhan yang melayani di mimbar.  Faktor lahiriah atau apa yang tampak oleh kasat mata seringkali dijadikan patokan untuk keberhasilan pelayanan seseorang.

     Mereka menganggap pelayan Tuhan yang berhasil adalah mereka yang tampak berkecukupan secara materi, melayani gereja besar, banyak karunia, terkenal dan sebagainya.  Padahal kekayaan, popularitas, penampilan, jabatan atau kuantitas jumlah anggota jemaat yang dilayani oleh seorang hamba Tuhan tidak sepenuhnya menjadi ukuran keberhasilan.  Manusia tidak berhak untuk menilai, mengukur, atau menghakimi pelayanan orang lain.  "Karena dengan penghakiman yang kamu pakai untuk menghakimi, kamu akan dihakimi dan ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu."  (Matius 7:2).  Ada tertulis:  "Karena hari Tuhan akan menyatakannya, sebab ia akan nampak dengan api dan bagaimana pekerjaan masing-masing orang akan diuji oleh api itu. Jika pekerjaan yang dibangun seseorang tahan uji, ia akan mendapat upah."  (1 Korintus 3:13b-14).

     Tak ada alasan sedikit pun untuk memegahkan diri, hanya karena kita sudah dipercaya untuk melayani pekerjaan Tuhan atau menjadi hamba Tuhan.  Ingat!  Kata  'hamba'  secara harafiah memiliki arti orang yang berada di bawah perintah, tingkatan para budak yang paling rendah atau hina.  Sebagai hamba Tuhan berarti kita ini adalah hamba-hambanya Kristus, artinya dalam segala hal kita harus tunduk sepenuhnya kepada Kristus.  Rasul Paulus, orang yang berhasil dalam pelayanan tapi tak pernah memegahkan diri, ia tetap menilai dirinya sendiri sebagai seorang hamba, yang tugas utamanya adalah memberitakan Injil dan mempermuliakan nama Tuhan, bukan diri sendiri.

"Baiklah tiap-tiap orang menguji pekerjaannya sendiri; maka ia boleh bermegah melihat keadaannya sendiri dan bukan melihat keadaan orang lain."  Galatia 6:4