Ada 4 langkah untuk melakukan "Saat Teduh" agar kita dapat berakar kuat di dalam Firman Allah, yang disebut 4M:
Berdoalah agar Roh Kudus melembutkan hati kita untuk dapat "menerima Firman Tuhan" yang kita baca hari ini, agar kita tidak memberontak terhadap Firman tetapi rela dikoreksi.
Membaca Firman Tuhan dengan teliti dan serius sampai menemukan kedalamannya, dengan cara mengajukan pertanyaan-pertanyaan saat membacanya.
Lakukan Firman Tuhan terus-menerus sampai menjadi kebiasaan, sebelum melakukan kita perlu juga membuat rencana penerapan yang praktis dan terukur.
Ceritakanlah dan saksikan kepada keluarga, teman dan orang yang dekat dengan Anda tentang Pelajaran yang menjadi berkat buat Anda hari ini, sebab orang yang diberkati pasti akan bersaksi.
"Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan." Filipi 1:21
Berbicara tentang pelayanan pekerjaan Tuhan bukan berbicara tentang pilihan atau selera. Ada banyak orang Kristen yang mau melayani Tuhan tapi masih pilih-pilih jenis pelayanan. Ada pula yang mau melayani Tuhan sebatas mood, maksudnya kalau kondisi hati lagi happy mereka tampak giat melayani, tetapi kalau sedang terbentur kendala atau masalah mereka tampak ogah-ogahan melayani dan bahkan berhenti melayani. Melayani Tuhan adalah sebuah wujud ketaatan dan kerendahan hati untuk melakukan segala sesuatu bagi Tuhan.
Mengingat hanya sedikit waktu lagi kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kali akan tiba, maka kita harus menggunakan waktu dan kesempatan yang ada dengan sebaik-baiknya untuk melayani Tuhan. "Kita harus mengerjakan pekerjaan Dia yang mengutus Aku, selama masih siang; akan datang malam, di mana tidak ada seorangpun yang dapat bekerja." (Yohanes 9:4). Menjadi benar saja tidaklah cukup, hidup orang percaya harus disertai dengan pelayanan. Alkitab menyatakan bahwa tuaian memang banyak, tetapi pekerja sangat sedikit (baca Matius 9:37). Maka dari itu setiap orang percaya wajib untuk turut berperan penting dalam pelayanan, terjun ke ladang Tuhan yang sudah menguning. Kita tidak bisa menyerahkan tanggung jawab pelayanan itu sepenuhnya kepada para pendeta, fulltimer atau rohaniwan, karena sebesar apa pun energi yang dikeluarkan mereka takkan mampu menjangkau jiwa-jiwa secara penuh, karena di luar sana tak terhitung jumlah jiwa yang harus dilayani.
Yang harus diperhatikan adalah melayani Tuhan tidak bisa dilakukan secara asal-asalan tanpa kesiapan hati. Jangan asal melayani atau terburu-buru terlibat dalam suatu pelayanan jika pada akhirnya kita tidak setia dan tekun melakukannya. Kasih setia adalah kunci bagi kita untuk dapat melayani seumur hidup. Tidak sedikit orang Kristen pada awalnya tampak antusias dalam melayani Tuhan, begitu dihadapkan pada tantangan, greget mereka dalam melayani menjadi surut dan akhirnya mereka pun mundur dari pelayanan. Pelayanan yang mereka lakukan tidak didasari oleh kasih kepada Tuhan.
"Hendaklah engkau setia sampai mati, dan Aku akan mengaruniakan kepadamu mahkota kehidupan." Wahyu 2:10b