Harapan Baru Regency

Jl. HBR Selatan Komplek Gereja No.3 Bekasi Barat

Kontak

(021) 480 2605

Panduan Renungan Harian

Ada 4 langkah untuk melakukan "Saat Teduh" agar kita dapat berakar kuat di dalam Firman Allah, yang disebut 4M:

M1. MENERIMA FIRMAN

Berdoalah agar Roh Kudus melembutkan hati kita untuk dapat "menerima Firman Tuhan" yang kita baca hari ini, agar kita tidak memberontak terhadap Firman tetapi rela dikoreksi.

M2. MERENUNGKAN FIRMAN

Membaca Firman Tuhan dengan teliti dan serius sampai menemukan kedalamannya, dengan cara mengajukan pertanyaan-pertanyaan saat membacanya.

M3. MELAKUKAN DENGAN TEKUN

Lakukan Firman Tuhan terus-menerus sampai menjadi kebiasaan, sebelum melakukan kita perlu juga membuat rencana penerapan yang praktis dan terukur.

M4. MEMBAGIKAN KESAKSIAN ATAU PERTOLONGAN

Ceritakanlah dan saksikan kepada keluarga, teman dan orang yang dekat dengan Anda tentang Pelajaran yang menjadi berkat buat Anda hari ini, sebab orang yang diberkati pasti akan bersaksi.

Sunday 07 April 2024

IMAN DAN PENDERITAAN

Baca: Yakobus 1:2-8

"sebab kamu tahu, bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan." Yakobus 1:3

Mampu merespons dengan sikap hati yang benar ketika sedang diperhadapkan dengan penderitaan adalah letak keistimewaan iman Kristiani. Sebagai orang percaya tak sepatutnya kita dikalahkan oleh situasi yang ada. Tuhan menghendaki agar kita menghadapi setiap penderitaan dengan hati yang tabah dan tetap bersyukur, sebab penderitaan adalah jalan yang Tuhan pakai untuk menguji kemurnian iman kita. Penulis Amsal memberikan kunci untuk menghadapi setiap penderitaan yang ada yaitu: "Hati yang gembira adalah obat yang manjur, tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang." (Amsal 17:22), dan "Orang yang bersemangat dapat menanggung penderitaannya, tetapi siapa akan memulihkan semangat yang patah?" (Amsal 18:14).

Mengapa iman perlu diuji? Ayat nas jelas menyatakan bahwa proses pengujian iman akan menghasilkan ketekunan. Kata 'ketekunan' memiliki pengertian: kemampuan bertahan dalam menghadapi kemalangan, penderitaan, atau kesusahan. Yang dimaksud 'ketekunan' bukanlah sikap sekedar bertahan secara pasif atau pasrah pada keadaan tetapi sikap aktif, kuat dan berani menghadapi segala bentuk penderitaan dan kesukaran, sehingga mampu menjadikan situasi yang tidak menyenangkan itu menjadi sesuatu yang dapat mempermuliakan nama Tuhan, mampu melihat sisi positif di balik penderitaan yang kita alami. Karena itu kita diminta untuk merespons setiap penderitaan dengan sikap hati yang benar, sebab melalui penderitaan tersebut akan dihasilkan iman yang kuat.

Ketekunan tidak mungkin dihasilkan tanpa penderitaan atau kesukaran. Oleh sebab itu janganlah kita langsung mengungkapkan kemarahan dan kekecewaan kepada Tuhan ketika Ia menempatkan kita dalam berbagai macam penderitaan atau kesukaran, karena Tuhan sedang menggarap hidup kita, Ia memiliki rencana besar atas hidup kita. Jadi, "Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan," (Ibrani 12:2). Ingatlah bahwa ketekunan membutuhkan proses yang tidak singkat.

"Sebab kamu memerlukan ketekunan, supaya sesudah kamu melakukan kehendak Allah, kamu memperoleh apa yang dijanjikan itu." Ibrani 10:36