Ada 4 langkah untuk melakukan "Saat Teduh" agar kita dapat berakar kuat di dalam Firman Allah, yang disebut 4M:
Berdoalah agar Roh Kudus melembutkan hati kita untuk dapat "menerima Firman Tuhan" yang kita baca hari ini, agar kita tidak memberontak terhadap Firman tetapi rela dikoreksi.
Membaca Firman Tuhan dengan teliti dan serius sampai menemukan kedalamannya, dengan cara mengajukan pertanyaan-pertanyaan saat membacanya.
Lakukan Firman Tuhan terus-menerus sampai menjadi kebiasaan, sebelum melakukan kita perlu juga membuat rencana penerapan yang praktis dan terukur.
Ceritakanlah dan saksikan kepada keluarga, teman dan orang yang dekat dengan Anda tentang Pelajaran yang menjadi berkat buat Anda hari ini, sebab orang yang diberkati pasti akan bersaksi.
Sebagai umat Kristen, kita dipanggil untuk tidak hanya menerima keselamatan yang diberikan melalui Yesus Kristus, tetapi juga untuk meneladani kehidupan-Nya dalam setiap aspek kehidupan kita. Salah satu hal yang paling mendalam dalam pemuridan Kristen adalah memiliki pikiran Kristus. Apa artinya memiliki pikiran Kristus? Mengapa itu sangat penting dalam kehidupan orang percaya?
1. Pikiran Kristus adalah Pikiran yang Merendahkan Diri
Dalam Filipi 2:5-8, kita diajarkan bahwa Yesus, meskipun adalah Tuhan yang Maha Kuasa, tidak merasa perlu mempertahankan kedudukan-Nya, melainkan rela merendahkan diri dan mengambil bentuk sebagai hamba. Ini adalah pikiran yang penuh kerendahan hati, bukan kesombongan atau keangkuhan. Ketika kita memiliki pikiran Kristus, kita belajar untuk merendahkan diri, tidak mencari kedudukan atau penghargaan di dunia ini, melainkan lebih fokus pada melayani orang lain, sama seperti Kristus yang datang untuk melayani, bukan dilayani.
2. Pikiran Kristus adalah Pikiran yang Mengasihi Sesama
Kristus mengasihi setiap orang tanpa memandang status, latar belakang, atau dosa mereka. Kasih-Nya bersifat tanpa syarat dan tanpa batas. Saat kita memiliki pikiran Kristus, kita dimampukan untuk mengasihi sesama dengan cara yang sama. Tidak peduli seberapa besar tantangan yang kita hadapi, kasih Kristus tetap menjadi fondasi dalam berinteraksi dengan orang lain.
3. Pikiran Kristus adalah Pikiran yang Fokus pada Tujuan Kerajaan Allah
Yesus hidup dengan tujuan yang sangat jelas, yaitu untuk melakukan kehendak Bapa-Nya dan memperkenalkan Kerajaan Allah kepada dunia. Dalam hidup-Nya, segala sesuatu yang dilakukan adalah untuk menyatakan kemuliaan Tuhan dan menyelamatkan umat manusia. Memiliki pikiran Kristus berarti kita juga harus memiliki visi dan tujuan hidup yang sejalan dengan Kerajaan Allah. Kita tidak hidup untuk diri sendiri, tetapi untuk tujuan Tuhan, yang adalah menyatakan kasih-Nya dan membangun Kerajaan-Nya di bumi.
4. Pikiran Kristus adalah Pikiran yang Taat pada Kehendak Bapa
Yesus adalah teladan kesetiaan kepada Bapa-Nya, bahkan ketika itu mengarah pada penderitaan di kayu salib. Pikiran Kristus adalah pikiran yang taat sepenuhnya kepada kehendak Allah, meskipun itu berat dan penuh tantangan. Ketika kita memiliki pikiran Kristus, kita juga belajar untuk taat dalam segala hal, tidak mudah menyerah ketika menghadapi penderitaan, dan tetap setia pada panggilan Tuhan.
Pikiran Kristus adalah cerminan hidup yang berfokus pada kerendahan hati, kasih tanpa syarat, tujuan yang mulia, dan ketaatan sepenuhnya kepada Tuhan.