Harapan Baru Regency

Jl. HBR Selatan Komplek Gereja No.3 Bekasi Barat

Kontak

(021) 480 2605

Panduan Renungan Harian

Ada 4 langkah untuk melakukan "Saat Teduh" agar kita dapat berakar kuat di dalam Firman Allah, yang disebut 4M:

M1. MENERIMA FIRMAN

Berdoalah agar Roh Kudus melembutkan hati kita untuk dapat "menerima Firman Tuhan" yang kita baca hari ini, agar kita tidak memberontak terhadap Firman tetapi rela dikoreksi.

M2. MERENUNGKAN FIRMAN

Membaca Firman Tuhan dengan teliti dan serius sampai menemukan kedalamannya, dengan cara mengajukan pertanyaan-pertanyaan saat membacanya.

M3. MELAKUKAN DENGAN TEKUN

Lakukan Firman Tuhan terus-menerus sampai menjadi kebiasaan, sebelum melakukan kita perlu juga membuat rencana penerapan yang praktis dan terukur.

M4. MEMBAGIKAN KESAKSIAN ATAU PERTOLONGAN

Ceritakanlah dan saksikan kepada keluarga, teman dan orang yang dekat dengan Anda tentang Pelajaran yang menjadi berkat buat Anda hari ini, sebab orang yang diberkati pasti akan bersaksi.

Thursday 09 January 2025

ORANG BENAR TIDAK DITINGGALKAN TUHAN

Baca: Mazmur 73:1-28

"Siapa gerangan ada padaku di sorga selain Engkau?  Selain engkau tidak ada yang kuingini di bumi."  Mazmur 73:25

Ketika mengalami masalah yang berat di dalam kehidupan kita, plus memperhatikan peristiwa-peristiwa buruk dan goncangan yang terjadi di sekitar kita, seringkali kita jadi lemah dan tidak bisa melihat kebaikan-kebaikan Tuhan;  namun pemazmur mengingatkan kita,  "Bersyukurlah kepada Tuhan, sebab Ia baik!  Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya."  (Mazmur 106:1).  Tuhan menghendaki supaya kita senantiasa mengingat-ingat kebaikanNya dan mengucap syukur dalam segala hal, entah di kala suka maupun duka, sedih atau pun gembira.

     Dalam pasal 73 ini terlihat betapa pemazmur mengalami pergumulan yang sangat berat dalam hidupnya.  Awalnya ia merasa kecewa dan cemburu bila melihat orang-orang di luar Tuhan karena hidup mereka seperti selalu mujur, berbahagia, tanpa penderitaan atau pun kesusahan, padahal mereka menentang Tuhan dan hidup jauh dari kehendakNya.  Sebaliknya, pemazmur yang selalu berusaha hidup benar dan menjaga hati agar tetap bersih justru harus mengalami ujian demi ujian:  "...sepanjang hari aku kena tulah, dan kena hukum setiap pagi."  (Mazmur 73:14).  Pemazmur pun merasa percuma mempertahankan hidup benar.

     Bukankah pergumulan semacam ini seringkali dialami oleh banyak orang percaya?  Mari kita perhatikan janji firman Tuhan:  "Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada barangsiapa yang mengasihi Dia."  (Yakobus 1:12).  Tuhan tidak pernah membiarkan kita bergumul sendirian.  Adalah tidak sia-sia kita hidup benar di hadapan Tuhan, karena  "Mata Tuhan tertuju kepada orang-orang benar,"  (Mazmur 34:16a).  Pada saatnya orang-orang fasik akan menuai apa yang telah mereka perbuat.  Orang-orang benar akan melihat kesudahan orang-orang fasik.  Ada penghukuman bagi orang-orang fasik (Mazmur 73:18-20).

     Apa pun keadaannya, biarlah kita senantiasa menjaga hubungan kita dengan Tuhan.  Saat kita makin melekat pada Tuhan bukan berarti keadaan kita langsung berubah seketika, tetapi justru kita sendiri yang akan diubahkan oleh Tuhan.  Kita akan diangkat masuk ke dalam kemuliaanNya.  Oleh karena itu jangan pernah iri hati kepada keberhasilan orang-orang di luar Tuhan.  Percayalah! 

Berkat telah Tuhan sediakan bagi yang setia kepadaNya.