Harapan Baru Regency

Jl. HBR Selatan Komplek Gereja No.3 Bekasi Barat

Kontak

(021) 480 2605

Panduan Renungan Harian

Ada 4 langkah untuk melakukan "Saat Teduh" agar kita dapat berakar kuat di dalam Firman Allah, yang disebut 4M:

M1. MENERIMA FIRMAN

Berdoalah agar Roh Kudus melembutkan hati kita untuk dapat "menerima Firman Tuhan" yang kita baca hari ini, agar kita tidak memberontak terhadap Firman tetapi rela dikoreksi.

M2. MERENUNGKAN FIRMAN

Membaca Firman Tuhan dengan teliti dan serius sampai menemukan kedalamannya, dengan cara mengajukan pertanyaan-pertanyaan saat membacanya.

M3. MELAKUKAN DENGAN TEKUN

Lakukan Firman Tuhan terus-menerus sampai menjadi kebiasaan, sebelum melakukan kita perlu juga membuat rencana penerapan yang praktis dan terukur.

M4. MEMBAGIKAN KESAKSIAN ATAU PERTOLONGAN

Ceritakanlah dan saksikan kepada keluarga, teman dan orang yang dekat dengan Anda tentang Pelajaran yang menjadi berkat buat Anda hari ini, sebab orang yang diberkati pasti akan bersaksi.

Saturday 07 December 2024

PERTOBATAN MENGHASILKAN PEMULIHAN

Baca: Mazmur 51:1-21

"Korban sembelihan kepada Allah ialah jiwa yang hancur; hati yang patah dan remuk tidak akan Kaupandang hina, ya Allah."  Mazmur 51:19

Saul dan Daud memiliki kesamaan dalam beberapa hal, di antaranya:  sama-sama pernah menjadi raja atas Israel dan sama-sama diurapi Tuhan dari tabung tanduk nabi yang sama yaitu Samuel.  Pengurapan Saul  (1 Samuel 10:1)  dan pengurapan Daud  (1 Samuel 16:13)  sama, sehingga Roh Tuhan berkuasa atas hidup mereka.  Roh Tuhan menyertai kehidupan keduanya.  Kesamaan yang lain:  Saul dan Daud pernah jatuh dalam dosa.  Karena tidak sabar menantikan kedatangan Samuel, Saul melakukan tindakan bodoh yaitu berani mempersembahkan korban bakaran dan korban keselamatan di Gilgal, padahal tugas mempersembahkan korban adalah tugas seorang imam  (1 Samuel 13:8-12).  Sedangkan Daud melakukan dosa perzinahan dengan Batsyeba  (2 Samuel 11:1-5).  Ini bukti bahwa keduanya adalah manusia biasa yang punya kelemahan.

     Meski memiliki banyak kesamaan, akhir hidup mereka sangatlah berbeda.  Bagaimana bisa?  Pilihan dan keputusan mereka dalam menjalani hidup menentukan masa depan mereka sendiri.  Saul tetap saja mengeraskan hati, berkilah tak mau mengakui kesalahan, dan tidak mau bertobat sekalipun telah ditegur Samuel perihal ketidaktaatannya:  "Sesungguhnya, mendengarkan lebih baik dari pada korban sembelihan, memperhatikan lebih baik dari pada lemak domba-domba jantan. Sebab pendurhakaan adalah sama seperti dosa bertenung dan kedegilan adalah sama seperti menyembah berhala dan terafim. Karena engkau telah menolak firman TUHAN, maka Ia telah menolak engkau sebagai raja."  (1 Samuel 15:22-23).  Akibatnya Roh Tuhan undur dan meninggalkan Saul dan ia pun harus kehilangan takhtanya.

     Berbeda dengan Daud, ketika ditegur Natan perihal dosa perzinahannya, Daud menunjukkan penyesalannya yang mendalam dan hatinya menjadi remuk.  Berserulah Daud kepada Tuhan memohon pengampunan:  "Sembunyikanlah wajah-Mu terhadap dosaku, hapuskanlah segala kesalahanku! Janganlah membuang aku dari hadapan-Mu, dan janganlah mengambil roh-Mu yang kudus dari padaku!"  (Mazmur 51:11, 13).  Tuhan berkenan kepada pertobatan Daud sehingga Roh-Nya pun tetap menyertai.

Tuhan mengokohkan takhta kerajaan Daud, sedangkan hidup Saul berakhir tragis.