Ada 4 langkah untuk melakukan "Saat Teduh" agar kita dapat berakar kuat di dalam Firman Allah, yang disebut 4M:
Berdoalah agar Roh Kudus melembutkan hati kita untuk dapat "menerima Firman Tuhan" yang kita baca hari ini, agar kita tidak memberontak terhadap Firman tetapi rela dikoreksi.
Membaca Firman Tuhan dengan teliti dan serius sampai menemukan kedalamannya, dengan cara mengajukan pertanyaan-pertanyaan saat membacanya.
Lakukan Firman Tuhan terus-menerus sampai menjadi kebiasaan, sebelum melakukan kita perlu juga membuat rencana penerapan yang praktis dan terukur.
Ceritakanlah dan saksikan kepada keluarga, teman dan orang yang dekat dengan Anda tentang Pelajaran yang menjadi berkat buat Anda hari ini, sebab orang yang diberkati pasti akan bersaksi.
"Empat hari yang lalu kira-kira pada waktu yang sama seperti sekarang, yaitu jam tiga petang, aku sedang berdoa di rumah. Tiba-tiba ada seorang berdiri di depanku, pakaiannya berkilau-kilauan dan ia berkata: Kornelius, doamu telah didengarkan Allah dan sedekahmu telah diingatkan di hadapan-Nya." Kisah 10:30-31
Jabatan, kedudukan dan harta kekayaan seringkali menjadi faktor penyebab orang mudah sekali meninggalkan Tuhan dan cenderung mengandalkan kekuatan sendiri. Alkitab memperingatkan: "Celakalah orang-orang yang pergi ke Mesir minta pertolongan, yang mengandalkan kuda-kuda, yang percaya kepada keretanya yang begitu banyak, dan kepada pasukan berkuda yang begitu besar jumlahnya, tetapi tidak memandang kepada Yang Mahakudus, Allah Israel, dan tidak mencari TUHAN." (Yesaya 31:1).
Pelajaran berharga lain yang kita dapatkan dari Kornelius: Tak meninggalkan persekutuan dengan Tuhan. "Ia saleh, ia serta seisi rumahnya takut akan Allah ....dan senantiasa berdoa kepada Allah." (Kisah 10:2). Ada banyak orang memiliki jabatan atau kedudukan hidupnya jauh dari Tuhan karena merasa mampu. Mereka lebih mengandalkan apa yang dimiliki. Hari-harinya penuh dengan agenda kerja sampai-sampai tak memiliki waktu untuk membangun persekutuan secara pribadi dengan Tuhan. Semakin kita menjauh dari Tuhan semakin kita membuka celah selebar-lebarnya kepada Iblis untuk menghancurkan hidup kita. Seharusnya semakin kita dipercaya Tuhan dengan keberhasilan di dalam karir semakin mendekatkan kita kepada Tuhan, dan menyadarkan kita bahwa di luar Tuhan kita tidak bisa berbuat apa-apa (Yohanes 15:5b), "Sebab kekayaan dan kemuliaan berasal dari pada-Mu dan Engkaulah yang berkuasa atas segala-galanya; dalam tangan-Mulah kekuatan dan kejayaan; dalam tangan-Mulah kuasa membesarkan dan mengokohkan segala-galanya." (1 Tawarikh 29:12).
Kornelius juga suka berbuat baik. "...ia memberi banyak sedekah kepada umat Yahudi..." (Kisah 10:2). Ia tidak menggunakan jurs aji mumpung dengan memanfaatkan jabatan untuk memperkaya diri. Hati Kornelius penuh belas kasihan, ia tak dapat menahan diri untuk menolong orang lain. "Janganlah menahan kebaikan dari pada orang-orang yang berhak menerimanya, padahal engkau mampu melakukannya." (Amsal 3:27).
Hidup Kornelius benar-benar menjadi berkat karena ia takut akan Tuhan!