Ada 4 langkah untuk melakukan "Saat Teduh" agar kita dapat berakar kuat di dalam Firman Allah, yang disebut 4M:
Berdoalah agar Roh Kudus melembutkan hati kita untuk dapat "menerima Firman Tuhan" yang kita baca hari ini, agar kita tidak memberontak terhadap Firman tetapi rela dikoreksi.
Membaca Firman Tuhan dengan teliti dan serius sampai menemukan kedalamannya, dengan cara mengajukan pertanyaan-pertanyaan saat membacanya.
Lakukan Firman Tuhan terus-menerus sampai menjadi kebiasaan, sebelum melakukan kita perlu juga membuat rencana penerapan yang praktis dan terukur.
Ceritakanlah dan saksikan kepada keluarga, teman dan orang yang dekat dengan Anda tentang Pelajaran yang menjadi berkat buat Anda hari ini, sebab orang yang diberkati pasti akan bersaksi.
Baca : Markus. 1:10-11,Yoh. 4:24, 1 Petrus 1:2, Matius 3:16,17; 28:19
Saat mengunjungi Irlandia, saya terpesona melihat banyaknya hiasan berbentuk shamrock. Bentuk tanaman mungil berdaun tiga itu dapat ditemukan di toko mana pun, disematkan pada benda apa pun—pakaian, topi, perhiasan, dan banyak lagi!
Namun, shamrock bukan sekadar tanaman yang tumbuh subur di seluruh Irlandia, melainkan juga telah lama dipahami sebagai cara yang sederhana untuk menjelaskan tentang Trinitas atau Tritunggal. Tritunggal adalah keyakinan Kristen yang telah dipercayai di sepanjang sejarah, yang menyatakan bahwa Allah adalah Satu hakikat yang secara kekal terdiri dari tiga Pribadi yang berbeda-beda: Allah Bapa, Allah Anak, dan Allah Roh Kudus. Meski tidak ada satu pun penjelasan yang memadai mengenai Tritunggal, shamrock dapat menjadi simbol yang mudah dipahami, sebab shamrock merupakan satu tumbuhan dari substansi yang sama dengan tiga lembar daun yang berbeda.
Kita tidak akan menemukan kata Tritunggal di dalam Alkitab, tetapi kata ini menyimpulkan dengan baik kebenaran iman yang sangat jelas kita temukan pada bagian-bagian Alkitab yang memperlihatkan ketiga Pribadi Allah Tritunggal hadir dalam waktu bersamaan. Ketika Yesus, Allah Anak, dibaptis, Allah Roh Kudus turun dari surga “seperti burung merpati”, dan Allah Bapa memperdengarkan suara-Nya, “Engkaulah Anak-Ku” (Mrk. 1:10-11).
Orang percaya di Irlandia menggunakan shamrock karena mereka ingin menolong sesama mereka untuk mengenal Allah. Ketika kita semakin memahami dengan utuh keindahan Tritunggal, kiranya kita mengenal Allah lebih lagi dan semakin dimampukan untuk menyembah Dia “dalam roh dan kebenaran” (Yoh. 4:24). —Lisa M. Samra
Pada ayat-ayat pembuka dari surat Petrus yang pertama, sang rasul menunjukkan peranan Bapa, Putra, dan Roh Kudus dalam penyelamatan jiwa kita (1 Petrus 1:2). Keselamatan kita diawali oleh rencana Allah Bapa yang penuh kasih. Rencana itu terlaksana oleh kematian Yesus, Sang Allah Putra, di kayu salib demi pengampunan dan penyucian. Selanjutnya Allah Roh Kudus mengerjakan pembaruan yang terus menerus dalam diri kita. Semakin jelas kita melihat dan memuji peran unik masing-masing Pribadi dalam keselamatan kita, maka kita akan semakin akrab dalam menjalani hidup bersama-Nya.
Kita tidak dapat memahami sepenuhnya ke Tritunggalan Allah. Untuk selamanya keberadaan ketiga Pribadi Allah setara, namun merupakan Pribadi-Pribadi unik yang dikenal sebagai Allah Bapa, Allah Putra, dan Allah Roh Kudus (Matius 3:16,17; 28:19). Meski tak dapat memahami Allah sepenuhnya, Dia mengharap kita memuji-Nya karena keajaiban kasih dan pengampunan-Nya yang mengalir sifat dasar ke Tritunggalan-Nya itu.
Itulah sebabnya mengapa Tritunggal merupakan kebenaran yang amat penting-HVL
Lambang apa yang dapat membantu kamu memahami Tritunggal dengan lebih baik? Mengapa penting bagi kita untuk mempercayai bahwa Allah itu satu?
Allah Bapa, Anak, dan Roh Kudus, aku menyembah-Mu sebagai satu Allah yang berkarya bersama untuk mencurahkan kasih dan keselamatan kepada seluruh umat manusia.