Ada 4 langkah untuk melakukan "Saat Teduh" agar kita dapat berakar kuat di dalam Firman Allah, yang disebut 4M:
Berdoalah agar Roh Kudus melembutkan hati kita untuk dapat "menerima Firman Tuhan" yang kita baca hari ini, agar kita tidak memberontak terhadap Firman tetapi rela dikoreksi.
Membaca Firman Tuhan dengan teliti dan serius sampai menemukan kedalamannya, dengan cara mengajukan pertanyaan-pertanyaan saat membacanya.
Lakukan Firman Tuhan terus-menerus sampai menjadi kebiasaan, sebelum melakukan kita perlu juga membuat rencana penerapan yang praktis dan terukur.
Ceritakanlah dan saksikan kepada keluarga, teman dan orang yang dekat dengan Anda tentang Pelajaran yang menjadi berkat buat Anda hari ini, sebab orang yang diberkati pasti akan bersaksi.
Ketika Calvin yang berusia empat tahun menjalani pemeriksaan kesehatan rutin, dokter menemukan beberapa bintik yang tidak lazim pada tubuhnya. Calvin harus disuntik beberapa kali, dan setelah itu bekas suntikannya ditutup dengan plester. Di rumah, sewaktu plester kecil itu akan dibuka, Calvin merintih ketakutan. Sang ayah mencoba menenangkannya dengan berkata, “Calvin, kamu tahu Ayah tidak akan pernah melakukan sesuatu untuk menyakitimu.” Sang ayah ingin putranya lebih mempercayainya daripada mengkhawatirkan dibukanya plester tersebut.
Bukan hanya anak berusia empat tahun yang ketakutan saat mengalami ketidaknyamanan. Berbagai peristiwa—operasi medis, keterpisahan dari orang terkasih, tantangan mental atau psikologis, dan masih banyak lagi—dapat membuat kita takut, mengeluh, menangis, dan merintih.
Daud pernah merasa takut ketika berada di tanah Filistin dalam pelarian dari kejaran Raja Saul yang cemburu. Saat dirinya dikenali orang Filistin, ia mencemaskan apa yang akan menimpanya (lih. 1Sam. 21:10-11): “Daud . . . menjadi takut sekali kepada Akhis, raja kota Gat” (ay.12). Saat merenungkan situasi yang sulit itu, Daud menulis, “Waktu aku takut, aku ini percaya kepada-Mu. . . . kepada Allah aku percaya, aku tidak takut” (Mzm. 56:4-5).
Ketika kita menghadapi tantangan hidup yang membuat gentar, apa yang dapat kita lakukan? Kita dapat mempercayai Bapa kita di surga. —Arthur Jackson
Walaupun takut, ia tetap percaya kepada Allah (Mazmur 56:4). —Alyson Kieda
Situasi apa yang membuat kamu merasa takut saat ini? Bagaimana kamu dapat percaya pada kepedulian Bapa Surgawi dengan membawa ketakutan kamu kepada-Nya di dalam doa?