Ada 4 langkah untuk melakukan "Saat Teduh" agar kita dapat berakar kuat di dalam Firman Allah, yang disebut 4M:
Berdoalah agar Roh Kudus melembutkan hati kita untuk dapat "menerima Firman Tuhan" yang kita baca hari ini, agar kita tidak memberontak terhadap Firman tetapi rela dikoreksi.
Membaca Firman Tuhan dengan teliti dan serius sampai menemukan kedalamannya, dengan cara mengajukan pertanyaan-pertanyaan saat membacanya.
Lakukan Firman Tuhan terus-menerus sampai menjadi kebiasaan, sebelum melakukan kita perlu juga membuat rencana penerapan yang praktis dan terukur.
Ceritakanlah dan saksikan kepada keluarga, teman dan orang yang dekat dengan Anda tentang Pelajaran yang menjadi berkat buat Anda hari ini, sebab orang yang diberkati pasti akan bersaksi.
"Tetapi nasihatilah seorang akan yang lain setiap hari, selama masih dapat dikatakan 'hari ini', supaya jangan ada di antara kamu yang menjadi tegar hatinya karena tipu daya dosa." Ibrani 3:13
Menunda pekerjaan adalah kebiasaan buruk yang masih sering dilakukan oleh banyak orang. Contoh: seorang siswa yang mendapat pekerjaan rumah (PR) dari sekolah seringkali berpikir, "Ah, PR-nya nanti saja kukerjakan. Besok kan masih ada waktu." Menunda pekerjaan yang seharusnya bisa kita kerjakan saat ini adalah suatu tindakan yang justru akan merugikan diri kita sendiri. Menunda berarti menyia-nyiakan waktu yang ada; menunda berarti kita telah kehilangan waktu, karena waktu yang hilang tidak akan bisa tergantikan. Kalau kita kehilangan suatu barang, kita masih dapat membelinya. Namun sekali kita kehilangan waktu atau kesempatan, itu tidak akan pernah kembali. Tidak ada tempat, toko, supermarket atau mal di dunia ini yang menyediakan 'waktu' cadangan atau menjual waktu. Semakin kita terbiasa menunda-nunda pekerjaan semakin membuat kita menjadi malas. Ingat! Semakin kita menunda-nunda waktu semakin berat tugas dan pekerjaan kita. Belum lagi selesai mengerjakan pekerjaan pertama itu, sudah datang lagi pekerjaan yang kedua, ketiga dan seterusnya.
Begitu pentingnya hari ini sehingga Alkitab menasihatkan agar kita tidak menyia-nyiakan waktu yang ada. Betapa pun hebatnya kita di hari kemarin, itu sudah berlalu. Tidak ada satu pun yang dapat kita lakukan untuk mengubah sesuatu yang telah berlalu. Begitu juga dengan hari esok, itu semua di luar jangkauan dan pikiran kita. Kita tidak tahu apa yang akan terjadi esok. Karena itu marilah kita menaruh perhatian dengan sungguh pada apa yang sedang terjadi saat ini atau sekarang. Kerjakan dengan sungguh, jangan tunda-tunda, apalagi hanya berpangku tangan, tanpa berbuat sesuatu. Manfaatkan setiap kesempatan yang ada sebaik mungkin. Karena seperti apa kita di hari esok adalah tuaian dari apa yang kita lakukan sekarang. Masa depan kita adalah hasil dari apa yang kita kerjakan hari ini.
Hari ini atau waktu sekarang adalah berkat dan pemberian Tuhan yang sangat berharga, oleh karena itu pusatkan pikiran, tenaga dan talenta untuk segala sesuatu yang ada di tangan kita. Dan "Pada hari ini, jika kamu mendengar suara-Nya, janganlah keraskan hatimu!" (Ibrani 4:7b). Nah, tunggu kapan lagi?
Selagi kita masih dalam kondisi baik-baik saja, jangan sekali-kali menunda-nunda waktu.