Harapan Baru Regency

Jl. HBR Selatan Komplek Gereja No.3 Bekasi Barat

Kontak

(021) 480 2605

Panduan Renungan Harian

Ada 4 langkah untuk melakukan "Saat Teduh" agar kita dapat berakar kuat di dalam Firman Allah, yang disebut 4M:

M1. MENERIMA FIRMAN

Berdoalah agar Roh Kudus melembutkan hati kita untuk dapat "menerima Firman Tuhan" yang kita baca hari ini, agar kita tidak memberontak terhadap Firman tetapi rela dikoreksi.

M2. MERENUNGKAN FIRMAN

Membaca Firman Tuhan dengan teliti dan serius sampai menemukan kedalamannya, dengan cara mengajukan pertanyaan-pertanyaan saat membacanya.

M3. MELAKUKAN DENGAN TEKUN

Lakukan Firman Tuhan terus-menerus sampai menjadi kebiasaan, sebelum melakukan kita perlu juga membuat rencana penerapan yang praktis dan terukur.

M4. MEMBAGIKAN KESAKSIAN ATAU PERTOLONGAN

Ceritakanlah dan saksikan kepada keluarga, teman dan orang yang dekat dengan Anda tentang Pelajaran yang menjadi berkat buat Anda hari ini, sebab orang yang diberkati pasti akan bersaksi.

Friday 13 October 2023

ANDALKAN DAN HARAPKAN TUHAN SAJA

Baca: Mazmur 146:1-10

"Berbahagialah orang yang mempunyai Allah Yakub sebagai penolong, yang harapannya pada TUHAN, Allahnya:"  Mazmur 146:5

Banyak orang menjadi kecewa dan frustasi karena mereka salah berharap, yaitu berharap kepada manusia dan menjadikan harta kekayaan sebagai andalan hidup.  Manusia, uang, harta kekayaan, bukanlah tempat untuk kita berharap.  Firman Tuhan tak henti-hentinya mengingatkan kita supaya jangan berharap dan mengandalkan manusia atau apa pun yang ada di dunia ini.  Orang yang mengharapkan pertolongan dari manusia pasti akan kecewa, karena kebaikan dan kesetiaan manusia itu mudah sekali berubah.  "Jangan berharap pada manusia, sebab ia tidak lebih dari pada embusan nafas, dan sebagai apakah ia dapat dianggap?"  (Yesaya 2:22).  Manusia dikatakan tidak lebih daripada embusan nafas, karena  "Apabila nyawanya melayang, ia kembali ke tanah; pada hari itu juga lenyaplah maksud-maksudnya."  (Mazmur 146:4).

     Tak sepatutnya kita menggantungkan hidup kepada manusia atau sesama, sebab kekuatan dan kemampuan manusia itu terbatas...apabila orang yang dibuat sandaran hidup ini tiba-tiba dipanggil  'pulang'  oleh Tuhan, pupuslah sudah semua harapan.  Bahkan, Alkitab menyatakan dengan keras bahwa orang yang mengandalkan manusia disebut sebagai orang-orang yang terkutuk, seperti tertulis:  "Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan yang hatinya menjauh dari pada TUHAN!"  (Yeremia 17:5).  Dan janganlah pula ada orang yang membangga-banggakan diri karena merasa memiliki uang atau harta yang melimpah, karena semua itu pun tak bisa menolong dan menyelamatkan.  "Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya? Dan apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya?"  (Matius 16:26).

     Daud, sekalipun seorang raja dengan segala kemewahan dan kenyamanan hidupnya, tak menaruh harapan hidup kepada apa pun yang dimilikinya.  "...Engkaulah harapanku, ya Tuhan, kepercayaanku sejak masa muda,"  (Mazmur 71:5),  "Pertolonganku ialah dari TUHAN, yang menjadikan langit dan bumi."  (Mazmur 121:2).

Diberkatilah orang yang hidup mengandalkan Tuhan dan berharap hanya kepada-Nya  (Yeremia 17:7).