Ada 4 langkah untuk melakukan "Saat Teduh" agar kita dapat berakar kuat di dalam Firman Allah, yang disebut 4M:
Berdoalah agar Roh Kudus melembutkan hati kita untuk dapat "menerima Firman Tuhan" yang kita baca hari ini, agar kita tidak memberontak terhadap Firman tetapi rela dikoreksi.
Membaca Firman Tuhan dengan teliti dan serius sampai menemukan kedalamannya, dengan cara mengajukan pertanyaan-pertanyaan saat membacanya.
Lakukan Firman Tuhan terus-menerus sampai menjadi kebiasaan, sebelum melakukan kita perlu juga membuat rencana penerapan yang praktis dan terukur.
Ceritakanlah dan saksikan kepada keluarga, teman dan orang yang dekat dengan Anda tentang Pelajaran yang menjadi berkat buat Anda hari ini, sebab orang yang diberkati pasti akan bersaksi.
"Sebab mereka lebih suka akan kehormatan manusia dari pada kehormatan Allah." Yohanes 12:43
Alkitab menegaskan bahwa ada harga yang harus dibayar sebagai pengikut Kristus. "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku." (Matius 16:24). Banyak orang Kristen yang melemah imannya oleh karena mereka tidak tahan dengan celaan atau kritikan karena keberadaannya sebagai pengikut Kristus. Jujur kita akui bahwa celaan atau kritikan yang tidak sehat memang dapat meruntuhkan mental dan mematahkan semangat. Apalagi kritikan pedas yang dilandasi oleh rasa benci dan iri, pasti sangatlah menyakitkan.
Sekalipun dihadapkan pada tantangan yang tidak mudah, tak patut kita menjadi sakit hati dan lemah, karena kita punya Roh Kudus, yang adalah Parakletos, Penolong dan Penghibur bagi kita. Kita harus terus maju dan punya keberanian untuk bersaksi tentang Kristus dan memberitakan keselamatan kepada dunia, "...siap sedialah baik atau tidak baik waktunya,..." (2 Timotius 4:2). Harus diakui bahwa tak semua orang senang mendengar kesaksian tentang Kristus dan berita keselamatan itu. Tidak sedikit dari mereka yang malah mengejek, mengolok atau menghina. Karena tak sanggup menghadapi kritikan, celaan, hinaan, atau tekanan, akhirnya banyak yang tak mau membuka jati dirinya sebagai pengikut Kristus. Mereka merasa malu bila harus bersaksi tentang Kristus karena kuatir reputasinya akan jatuh, takut dibenci, takut kehilangan kedudukan atau popularitas. Alkitab menyatakan: "Namun banyak juga di antara pemimpin yang percaya kepada-Nya, tetapi oleh karena orang-orang Farisi mereka tidak mengakuinya berterus terang, supaya mereka jangan dikucilkan." (Yohanes 12:42-43).
Sebagai umat tebusan Kristus patutkah kita merasa malu bersaksi tentang kasih dan pengorbanan Kristus kepada orang lain? Perhatikan! "Sebab barangsiapa malu karena Aku dan karena perkataan-Ku di tengah-tengah angkatan yang tidak setia dan berdosa ini, Anak Manusiapun akan malu karena orang itu apabila Ia datang kelak dalam kemuliaan Bapa-Nya, diiringi malaikat-malaikat kudus." (Markus 8:38).
"...jika ia menderita sebagai orang Kristen, maka janganlah ia malu, melainkan hendaklah ia memuliakan Allah dalam nama Kristus itu." 1 Petrus 4:16