Ada 4 langkah untuk melakukan "Saat Teduh" agar kita dapat berakar kuat di dalam Firman Allah, yang disebut 4M:
Berdoalah agar Roh Kudus melembutkan hati kita untuk dapat "menerima Firman Tuhan" yang kita baca hari ini, agar kita tidak memberontak terhadap Firman tetapi rela dikoreksi.
Membaca Firman Tuhan dengan teliti dan serius sampai menemukan kedalamannya, dengan cara mengajukan pertanyaan-pertanyaan saat membacanya.
Lakukan Firman Tuhan terus-menerus sampai menjadi kebiasaan, sebelum melakukan kita perlu juga membuat rencana penerapan yang praktis dan terukur.
Ceritakanlah dan saksikan kepada keluarga, teman dan orang yang dekat dengan Anda tentang Pelajaran yang menjadi berkat buat Anda hari ini, sebab orang yang diberkati pasti akan bersaksi.
"Tetapi jika kita hidup di dalam terang sama seperti Dia ada di dalam terang, maka kita beroleh persekutuan seorang dengan yang lain, dan darah Yesus, Anak-Nya itu, menyucikan kita dari pada segala dosa." 1 Yohanes 1:7
Banyak orang Kristen masih bergumul sendiri dengan akal dan pikirannya, masih belum yakin bahwa dosa-dosanya telah diampuni oleh Tuhan. Pertanyaan dalam hati pun semakin menjadi-jadi ketika mereka membaca ayat ini: "Jika kita berkata, bahwa kita tidak berdosa, maka kita menipu diri kita sendiri dan kebenaran tidak ada di dalam kita." (ayat 8). Memang benar bahwa semua manusia telah berdosa, tetapi "Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan." (ayat 9).
Ketika kita mengaku dosa di hadapan Tuhan, dosa yang lama itu sudah diampuni-Nya, kecuali jika kita berbuat dosa lagi dengan sengaja. Banyak orang Kristen tak berani mengaku bahwa dirinya sudah diampuni dan terbebas dari dosa karena mereka sendiri tetap berjalan dalam gelap. Berjalan dalam gelap bukan hanya berbicara tentang melakukan perbuatan-pebuatan jahat seperti membunuh atau berzinah, tapi Alkitab juga menyatakan bahwa ketika kita membenci saudara kita berarti kita masih berada dalam kegelapan. "Barangsiapa berkata, bahwa ia berada di dalam terang, tetapi ia membenci saudaranya, ia berada di dalam kegelapan sampai sekarang. Barangsiapa mengasihi saudaranya, ia tetap berada di dalam terang, dan di dalam dia tidak ada penyesatan." (1 Yohanes 2:9-10). Kita harus mengerti kebenaran firman Tuhan dan meyakini bahwa firman-Nya itu ya dan amin. Jika kita tak mengerti kebenaran ini maka selamanya kita akan terus terbelenggu oleh rasa bersalah, dan hidup dalam ketakutan. "dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu." (Yohanes 8:32).
Jika Tuhan sudah berkata bahwa darah-Nya telah menyucikan segala dosa kita maka kita harus percaya kebenaran ini, "Jadi apabila Anak itu memerdekakan kamu, kamupun benar-benar merdeka." (Yohanes 8:36). Artinya jika melalui pengorbanan kristus kita sudah dibebaskan dari segala dosa kita, kita benar-benar telah diampuni-Nya.
"Sebab di dalam Dia dan oleh darah-Nya kita beroleh penebusan, yaitu pengampunan dosa, menurut kekayaan kasih karunia-Nya," Efesus 1:7