Harapan Baru Regency

Jl. HBR Selatan Komplek Gereja No.3 Bekasi Barat

Kontak

(021) 480 2605

Panduan Renungan Harian

Ada 4 langkah untuk melakukan "Saat Teduh" agar kita dapat berakar kuat di dalam Firman Allah, yang disebut 4M:

M1. MENERIMA FIRMAN

Berdoalah agar Roh Kudus melembutkan hati kita untuk dapat "menerima Firman Tuhan" yang kita baca hari ini, agar kita tidak memberontak terhadap Firman tetapi rela dikoreksi.

M2. MERENUNGKAN FIRMAN

Membaca Firman Tuhan dengan teliti dan serius sampai menemukan kedalamannya, dengan cara mengajukan pertanyaan-pertanyaan saat membacanya.

M3. MELAKUKAN DENGAN TEKUN

Lakukan Firman Tuhan terus-menerus sampai menjadi kebiasaan, sebelum melakukan kita perlu juga membuat rencana penerapan yang praktis dan terukur.

M4. MEMBAGIKAN KESAKSIAN ATAU PERTOLONGAN

Ceritakanlah dan saksikan kepada keluarga, teman dan orang yang dekat dengan Anda tentang Pelajaran yang menjadi berkat buat Anda hari ini, sebab orang yang diberkati pasti akan bersaksi.

Wednesday 14 January 2026

Ketika Tuhan Menghidupkan yang Mati

“Aku akan memberikan kepadamu hati yang baru dan roh yang baru di dalam batinmu; dan Aku akan menjauhkan dari tubuhmu hati yang keras dan memberikan kepadamu hati yang taat” (Yehezkiel 36:26).

Revival bukan tentang suasana yang ramai atau ibadah yang terasa “hidup”, tetapi tentang hati yang dibangunkan dari kematian rohani. Banyak orang tetap datang beribadah, melayani, bahkan bernyanyi, namun batinnya kering dan jauh dari Tuhan. Di titik inilah revival menjadi kebutuhan, bukan pilihan—saat kita jujur mengakui bahwa kita masih hidup secara jasmani, tetapi perlahan mati secara rohani.

Firman Tuhan berkata, “Aku akan memberikan kepadamu hati yang baru dan roh yang baru di dalam batinmu; dan Aku akan menjauhkan dari tubuhmu hati yang keras dan memberikan kepadamu hati yang taat” (Yehezkiel 36:26). Revival terjadi ketika Tuhan sendiri merobohkan hati yang keras, bukan karena tekanan manusia, melainkan karena pekerjaan Roh Kudus. Ia menggantikan hati yang dingin, terbiasa dengan dosa, dan nyaman dengan kompromi, menjadi hati yang peka, takut akan Tuhan, dan rindu hidup benar.

Revival yang sejati selalu menyakitkan sebelum menyembuhkan, karena Tuhan lebih dulu membongkar sebelum membangun. Ia menyingkapkan motivasi yang salah, iman yang palsu, dan kasih yang suam-suam kuku. Namun di sanalah kehidupan baru dimulai—saat kita berhenti mempertahankan topeng rohani dan menyerahkan diri sepenuhnya kepada karya Allah. Revival bukan membuat kita terlihat hebat, tetapi membuat Tuhan kembali berkuasa penuh atas hidup kita. God bless!!!