Ada 4 langkah untuk melakukan "Saat Teduh" agar kita dapat berakar kuat di dalam Firman Allah, yang disebut 4M:
Berdoalah agar Roh Kudus melembutkan hati kita untuk dapat "menerima Firman Tuhan" yang kita baca hari ini, agar kita tidak memberontak terhadap Firman tetapi rela dikoreksi.
Membaca Firman Tuhan dengan teliti dan serius sampai menemukan kedalamannya, dengan cara mengajukan pertanyaan-pertanyaan saat membacanya.
Lakukan Firman Tuhan terus-menerus sampai menjadi kebiasaan, sebelum melakukan kita perlu juga membuat rencana penerapan yang praktis dan terukur.
Ceritakanlah dan saksikan kepada keluarga, teman dan orang yang dekat dengan Anda tentang Pelajaran yang menjadi berkat buat Anda hari ini, sebab orang yang diberkati pasti akan bersaksi.
"Karena itu mintalah kepada tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu." Matius 9:38
Tidak lama lagi Tuhan Yesus akan datang kembali untuk yang kedua kalinya. Ini berarti penghukuman bagi Iblis dan bala tentaranya, serta para pengikutnya, sudah di ambang pintu. Tidakkah hati kita tergerak untuk menjangkau orang-orang yang belum diselamatkan? Ini adalah tugas yang tidak bisa ditunda-tunda lagi.
Tugas ini membutuhkan pekerja-pekerja dengan kepekaan rohani yang tidak hanya mementingkan keselamatan diri sendiri. Tanpa punya kepekaan rohani kita tidak akan peka terhadap situasi zaman. Yesus berkata, "Bukankah kamu mengatakan: Empat bulan lagi tibalah musim menuai? Tetapi Aku berkata kepadamu: Lihatlah sekelilingmu dan pandanglah ladang-ladang yang sudah menguning dan matang untuk dituai." (Yohanes 4:35). Di Israel, para petani menuai hasil ladangnya (panen) empat bulan setelah menaburkan benih. Pernyataan Tuhan "Lihatlah sekelilingmu..." (ayat nas) ini hendaknya mendorong kita memperhatikan dengan teliti atau memandang sekitar kita, apakah ladang-ladang telah menguning dan siap dituai. Ladang berarti tempat di dekat kita, bukan tempat yang jauh dari jangkauan. Bisa berarti rumah, tempat kerja, sekolah atau lingkungan tempat kita berada. Kita seringkali tak menyadari bahwa tempat terdekat adalah ladang penginjilan yang sesungguhnya telah Tuhan siapkan untuk kita berkarya. "...kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi." (Kisah 1:8). Yerusalem berbicara tentang tempat atau lingkungan terdekat terlebih dahulu, barulah kita menjangkau tempat selanjutnya. "...pandanglah ladang-ladang yang sudah menguning dan matang untuk dituai." (Yohanes 4:35). Inilah masa penuaian!
Selagi pintu kemurahan Tuhan masih terbuka marilah berlomba-lomba menjangkau jiwa-jiwa bagi-Nya. "Pada waktu Aku berkenan, Aku akan mendengarkan engkau, dan pada hari Aku menyelamatkan, Aku akan menolong engkau." (2 Korintus 6:2). Jadi kita harus bekerja sekarang, bukan besok atau minggu depan. Kesempatan tidak datang dua kali!
Tidak seorang pun tahu batas umurnya, karena itu tunaikan tugas Saudara sekarang juga, jangan banyak dalih.