Ada 4 langkah untuk melakukan "Saat Teduh" agar kita dapat berakar kuat di dalam Firman Allah, yang disebut 4M:
Berdoalah agar Roh Kudus melembutkan hati kita untuk dapat "menerima Firman Tuhan" yang kita baca hari ini, agar kita tidak memberontak terhadap Firman tetapi rela dikoreksi.
Membaca Firman Tuhan dengan teliti dan serius sampai menemukan kedalamannya, dengan cara mengajukan pertanyaan-pertanyaan saat membacanya.
Lakukan Firman Tuhan terus-menerus sampai menjadi kebiasaan, sebelum melakukan kita perlu juga membuat rencana penerapan yang praktis dan terukur.
Ceritakanlah dan saksikan kepada keluarga, teman dan orang yang dekat dengan Anda tentang Pelajaran yang menjadi berkat buat Anda hari ini, sebab orang yang diberkati pasti akan bersaksi.
"Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan." Yeremia 29:11
Tak perlu kita takut akan hidup ini! Tuhan menjamin hidup kita bukan hanya untuk hari ini dan esok, tapi masa depan kita sepenuhnya ada dalam jaminan Tuhan, karena rancangan Tuhan atas hidup orang percaya sungguh teramat indah.
Janji firman Tuhan tentang jaminan masa depan ini Tuhan sampaikan kepada bangsa Israel saat mereka masih berada dalam pembuangan di Babel, "...semua orang buangan yang diangkut ke dalam pembuangan dari Yerusalem ke Babel:" (Yeremia 29:4). Orang-orang yang berada dalam pembuangan, secara logika, mustahil memiliki masa depan yang baik! Di tengah situasi yang sepertinya tidak ada harapan ini Tuhan datang dengan janji firman-Nya yang menguatkan. Ini menunjukkan bahwa Tuhan tahu pergumulan yang mereka alami dan tak pernah lupa akan janji-janji-Nya kepada bangsa Israel. Seberat apa pun pergumulan kita saat ini, Tuhan tidak pernah meninggalkan, Ia tidak pernah terlelap dan tertidur (Mazmur 121:4); Tuhan tahu apa yang kita perlukan.
Tuhan memberikan perintah kepada bangsa Israel, "Dirikanlah rumah untuk kamu diami; buatlah kebun untuk kamu nikmati hasilnya;" (Yeremia 29:5). Membangun 'rumah' berbicara mengenai 'rumah rohani' atau membangun mezbah doa dalam kehidupan keluarga. Mereka juga diperintahkan untuk membuat kebun (membuka ladang atau tanah baru). Ini berbicara tentang pembaharuan hati! Tanah hati kita harus diolah dan dipersiapkan terlebih dahulu sebelum 'benih' ditaburkan. "Ia yang menyediakan benih bagi penabur, dan roti untuk dimakan, Ia juga yang akan menyediakan benih bagi kamu dan melipatgandakannya dan menumbuhkan buah-buah kebenaranmu;" (2 Korintus 9:10). Saat 'rumah doa' itu sudah dibangun, di mana ada pujian dan penyembahan naik ke hadirat Tuhan dan hati kita siap menjadi tanah yang baik, saat itulah Tuhan menaburkan benihnya, sehingga benih itu dapat tumbuh dan berbuah-buah.
Masa depan yang gemilang adalah kepastian bagi orang percaya! Apa yang telah Tuhan rancangkan pasti digenapi-Nya!