Ada 4 langkah untuk melakukan "Saat Teduh" agar kita dapat berakar kuat di dalam Firman Allah, yang disebut 4M:
Berdoalah agar Roh Kudus melembutkan hati kita untuk dapat "menerima Firman Tuhan" yang kita baca hari ini, agar kita tidak memberontak terhadap Firman tetapi rela dikoreksi.
Membaca Firman Tuhan dengan teliti dan serius sampai menemukan kedalamannya, dengan cara mengajukan pertanyaan-pertanyaan saat membacanya.
Lakukan Firman Tuhan terus-menerus sampai menjadi kebiasaan, sebelum melakukan kita perlu juga membuat rencana penerapan yang praktis dan terukur.
Ceritakanlah dan saksikan kepada keluarga, teman dan orang yang dekat dengan Anda tentang Pelajaran yang menjadi berkat buat Anda hari ini, sebab orang yang diberkati pasti akan bersaksi.
I Petrus 2:16, ” Hiduplah sebagai orang merdeka dan bukan seperti mereka yang menyalahgunakan kemerdekaan itu untuk menyelubungi kejahatan-kejahatan mereka, tetapi hiduplah sebagai hamba Allah “.
Rekan-rekan youth, kita baru saja memperingati hari kemerdekaan negara kita, yaitu kemerdekaan yang telah diproklamirkan pada tanggal 17 Agustus 1945 atau 77 tahun yang lalu, yang artinya sejak saat itu Indonesia adalah negara merdeka dan berdaulat. Kemerdekaan Indonesia dapat diartikan sebagai suatu kondisi di mana negara kita terbebas dari berbagai penjajahan, perbudakan, dan penindasan. Makanya setiap tahun kita memperingati kemerdekaan dengan berbagai cara seperti doa bersama, lomba-lomba, carnaval yang meriah yang menjadi tanda betapa gembira dan penuh dengan rasa syukur semua elemen masyarakat itu memperingati hari kemerdekaan.
Jika kita mungkin menempatkan diri sebagai orang-orang yang hidup 77 tahun lalu, betapa hari kemerdekaan merupakan kondisi yang paling dinantikan oleh setiap orang Indonesia pada saat itu dan ketika hari itu tiba, pada saat proklamasi dibaca dan diperdengarkan ke seluruh nusantara, luapan kegembiraan dan sukacita terasa sangat berarti setelah berjuang merebut kemerdekaan. Namun, cerita kemerdekaan tidak sampai di situ, sejarah mencatat bahwa bangsa Indonesia masih harus berjuang mempertahankan kemerdekaan dari brbagai pihak yang mau menghancurkan bangsa kita. Tapi puji Tuhan, jika telah bertahan selama 77 tahun, ini adalah anugrah Tuhan terhadap bangsa kita. Dan hari ini
kita ada dalam bagian dari suatu bangsa, yang disebut telah merdeka dan setiap kita memiliki tanggung jawab untuk mempertahankan kemerdekaan tersebut.
Rasul Petrus berkata, “hiduplah sebagai orang merdeka,”… faktanya adalah bahwa negara kita memang telah merdeka, dengan berbagai perjuangan dan pengorbanan yang dilewati bersama, sehingga hari ini kita disebut orang-orang merdeka… tetapi jauh lebih besar daripada itu menurut firman Tuhan, menurut kesaksian para Rasul kita juga telah dimerdekakan dari dosa. Ya, kita telah dimerdekakan dari dosa lewat pekerjaan Tuhan Yesus di kayu salib. Ada pengorbanan yang Yesus kerjakan untuk menyelamatkan kita, dan bagian kita adalah kita berjuang mempertahankan keselamatan itu. Sehingga jika kita berbicara tentang “hidup sebagai orang merdeka” didalamnya juga berkaitan dengan gaya hidup kita sebagai orang merdeka. Artinya bahwa seluruh keberadaan kita, pikiran, perkataan, perbuatan kita, segala yang kita kerjakan itu mencerminkan gaya hidup orang merdeka. Ada 2 gaya hidup orang merdeka yang harus kita terapkan dalam hidup ini:
Rekan-rekan youth, dari 2 gaya hidup orang merdeka, kita temukan bahwa Kemerdekaan menyebabkan suatu pembaharuan di dalam hidup. Kita punya kesempatan setiap hari mengoreksi hidup kita lewat firman Tuhan dan membuat firman itu sebagai landasan hidup kita sebagai orang merdeka.
Kemerdekaan juga membuat kita mengerti status kita dihadapan Allah.
gaya hidup kita menjadi gaya hidup yang mencerminkan keberadaan Allah. ada keteraturan disana, ada ketundukkan, dan ketaatan dalam hidup sebagai pelaku firman. Iman tanpa perbuatan adalah mati. Orang percaya yang merdeka tahu bahwa ia memiliki kebebasan, tetapi tidak semena-mena dengan kebebasannya, melainkan justru bertanggung jawab dengan kebebasan. Orang percaya yang merdeka itu kuat dan tangguh.
Sebagai bagian dari masyarakat kita hidup di negara merdeka dan sebagai anak Tuhan, kita juga telah dimerdekakan dari dosa dan menikmati keselamatan yang dikerjakan oleh Yesus Kristus.
Kasih Allah telah memenuhi hidup kita dan kita dimampukan untuk hidup dalam perjuangan iman dan terus hidup dalam gaya hidup orang merdeka yang menjadi tugas kita selagi kita masih muda.