Ada 4 langkah untuk melakukan "Saat Teduh" agar kita dapat berakar kuat di dalam Firman Allah, yang disebut 4M:
Berdoalah agar Roh Kudus melembutkan hati kita untuk dapat "menerima Firman Tuhan" yang kita baca hari ini, agar kita tidak memberontak terhadap Firman tetapi rela dikoreksi.
Membaca Firman Tuhan dengan teliti dan serius sampai menemukan kedalamannya, dengan cara mengajukan pertanyaan-pertanyaan saat membacanya.
Lakukan Firman Tuhan terus-menerus sampai menjadi kebiasaan, sebelum melakukan kita perlu juga membuat rencana penerapan yang praktis dan terukur.
Ceritakanlah dan saksikan kepada keluarga, teman dan orang yang dekat dengan Anda tentang Pelajaran yang menjadi berkat buat Anda hari ini, sebab orang yang diberkati pasti akan bersaksi.
"Hendaklah kamu murah hati, sama seperti Bapamu adalah murah hati." Lukas 6:36
Seorang anak biasanya mewarisi sifat-sifat orang tuanya, seperti kata pepatah yang mengatakan bahwa buah jatuh tak jauh dari pohonnya. Keteladanan hidup yang baik yang ditunjukkan oleh seorang ayah akan menghasilkan generasi yang berkualitas pula. Sebagai orang percaya kita memiliki Bapa Sorgawi yang begitu mengasihi kita dan kasih setia-Nya sungguh tak terbatas. Kalau bapa di dunia saja tahu memberi yang baik kepada anak-anaknya, apalagi Bapa kita yang di Sorga, pasti akan memberikan yang terbaik bagi kita anak-anak-Nya. "Setiap pemberian yang baik dan setiap anugerah yang sempurna, datangnya dari atas, diturunkan dari Bapa segala terang;" (Yakobus 1:17).
Kalau kita menyadari bahwa Tuhan telah menyatakan kemurahan hati-Nya yang tak terhingga dan memberikan yang terbaik bagi kita, sudah sepatutnya kita mengikuti jejak-Nya dengan mencerminkan sikap yang sama dengan-Nya. Salah satunya adalah hal kemurahan hati ini. Berbicara tentang kemurahan hati bukan semata-mata berbicara tentang memberi dalam bentuk materi saja. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia arti kata 'murah hati' adalah sebuah perilaku mudah memberi, tidak pelit, penyayang dan pengasih, suka menolong, baik hati. Dengan kata lain kemurahan hati menyangkut banyak aspek di dalam kehidupan ini. Dalam 1 Korintus 13:4 tertulis: "Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong." Kemurahan hati adalah salah satu perwujudan dari kasih. Kekristenan itu selalu identik dengan kasih. Orang Kristen yang tidak mempunyai kasih patut dipertanyakan kekristenannya, sebab ada tertulis: "Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih...dan barangsiapa tetap berada di dalam kasih, ia tetap berada di dalam Allah dan Allah di dalam dia." (1 Yohanes 4:8, 16b).
Kemurahan hati adalah sifat Tuhan sendiri, maka orang percaya pun tak boleh lepas dari sifat itu. Banyak orang Kristen enggan bermurah hati kepada orang lain padahal Alkitab menyatakan bahwa orang yang murah hati sesungguhnya berbuat baik kepada diri sendiri (Amsal 11:17), karena Tuhan pasti akan membalasnya. Pemazmur menyebut orang yang murah hati sebagai orang benar (Mazmur 37:21).
Sudahkah kita menjadi orang yang penuh kemurahan hati seperti Kristus?