Ada 4 langkah untuk melakukan "Saat Teduh" agar kita dapat berakar kuat di dalam Firman Allah, yang disebut 4M:
Berdoalah agar Roh Kudus melembutkan hati kita untuk dapat "menerima Firman Tuhan" yang kita baca hari ini, agar kita tidak memberontak terhadap Firman tetapi rela dikoreksi.
Membaca Firman Tuhan dengan teliti dan serius sampai menemukan kedalamannya, dengan cara mengajukan pertanyaan-pertanyaan saat membacanya.
Lakukan Firman Tuhan terus-menerus sampai menjadi kebiasaan, sebelum melakukan kita perlu juga membuat rencana penerapan yang praktis dan terukur.
Ceritakanlah dan saksikan kepada keluarga, teman dan orang yang dekat dengan Anda tentang Pelajaran yang menjadi berkat buat Anda hari ini, sebab orang yang diberkati pasti akan bersaksi.
Doa adalah napas hidup orang percaya. Melalui doa, kita berkomunikasi dengan Tuhan, menyampaikan isi hati, ucapan syukur, bahkan pergumulan hidup kita. Namun sering kali doa terasa terhenti di langit-langit, seolah-olah tidak sampai kepada Tuhan. Salah satu penyebab utamanya adalah dosa yang belum dibereskan.
Alkitab dengan tegas mengatakan:
“Tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu.” (Yesaya 59:2).
Dosa bukan hanya pelanggaran, tetapi juga tembok pemisah yang menghalangi hubungan kita dengan Allah. Hati yang kotor dan hidup yang tidak berkenan membuat doa kehilangan kuasa. Sama seperti saluran air yang tersumbat kotoran tidak bisa mengalirkan air, demikian juga hati yang penuh dosa tidak bisa mengalirkan doa dengan bebas kepada Allah.
Namun, kabar baiknya adalah Allah menyediakan jalan keluar. Melalui pengakuan dan pertobatan, penghalang itu bisa dihapuskan. Firman Tuhan berkata:
“Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.” (1 Yohanes 1:9).
Oleh sebab itu, sebelum berdoa, mari kita datang dengan hati yang rendah, memohon pengampunan, dan memperbaiki hidup kita. Doa yang lahir dari hati yang bersih dan hidup yang berkenan, bukan hanya didengar oleh Allah, tetapi juga berkuasa. Yakobus menegaskan: