Ada 4 langkah untuk melakukan "Saat Teduh" agar kita dapat berakar kuat di dalam Firman Allah, yang disebut 4M:
Berdoalah agar Roh Kudus melembutkan hati kita untuk dapat "menerima Firman Tuhan" yang kita baca hari ini, agar kita tidak memberontak terhadap Firman tetapi rela dikoreksi.
Membaca Firman Tuhan dengan teliti dan serius sampai menemukan kedalamannya, dengan cara mengajukan pertanyaan-pertanyaan saat membacanya.
Lakukan Firman Tuhan terus-menerus sampai menjadi kebiasaan, sebelum melakukan kita perlu juga membuat rencana penerapan yang praktis dan terukur.
Ceritakanlah dan saksikan kepada keluarga, teman dan orang yang dekat dengan Anda tentang Pelajaran yang menjadi berkat buat Anda hari ini, sebab orang yang diberkati pasti akan bersaksi.
"Ingatlah kepada seluruh perjalanan yang kaulakukan atas kehendak TUHAN, Allahmu, di padang gurun selama empat puluh tahun ini dengan maksud merendahkan hatimu dan mencobai engkau untuk mengetahui apa yang ada dalam hatimu, yakni, apakah engkau berpegang pada perintah-Nya atau tidak." Ulangan 8:2
Mengikat Tuhan adalah sebuah perjalanan yang panjang, tidak cukup diwakili hanya dengan menjadi anggota di salah satu gereja, tampak rajin datang ke ibadah atau terlibat dalam pelayanan pekerjaan Tuhan. Mengikut Tuhan berarti kita hidup dalam kehendak dan rencana-Nya. Kehendak Tuhan dalam hidup orang percaya adalah agar kita hidup seperti cara hidup Tuhan. "Barangsiapa mengatakan, bahwa ia ada di dalam Dia, ia wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup." (1 Yohanes 2:6), menjadi serupa dengan Kristus. Hidup yang sama seperti Kristus akan terwujud apabila kita benar-benar "...menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus," (Filipi 2:5). Pertanyaan: apa yang terdapat dalam pikiran dan perasaan Kristus? Tidak ada jawaban lain selain hidup menuruti kehendak Bapa dan menyenangkan hati Bapa.
Tuhan menyediakan berkat yang luar biasa bagi setiap orang yang hidup seturut kehendak-Nya. Untuk bisa menikmati berkat Tuhan orang percaya harus terlebih dahulu masuk dalam 'proses'nya Tuhan, seperti bangsa Israel harus mengalami pembentukan di padang gurun sebelum mencapai Tanah Perjanjian. Proses ini bertujuan untuk menguji ketaatan dan ketekunan kita dalam mengikut Tuhan. Manusia memiliki kecenderungan mengandalkan kekuatan sendiri, mengandalkan harta atau kekayaan daripada hidup mengandalkan Tuhan. Karena itu sebelum umat Tuhan memasuki Tanah Perjanjian Ia mendidik mereka di padang gurun. Padang gurun adalah 'sekolah' untuk mereka belajar hidup mengandalkan Tuhan sepenuhnya. Padang gurun adalah gambaran tentang situasi yang sulit, penuh tantangan, mungkin menakutkan dan bahkan sangat kritis.
Perjalanan padang gurun yang harus dilewati oleh bangsa Israel adalah kehendak Tuhan (ayat nas). Tujuan Tuhan adalah bukan penderitaannya, melainkan agar mereka belajar rendah hati. Padang gurun juga menjadi ujian iman dan ketaatan. Saat dalam masalah akan terlihat jelas kualitas iman dan seberapa jauh kita mau taat kepada Tuhan.
Sesulit apa pun proses yang kita jalani tetaplah berpegang pada firman Tuhan.