Harapan Baru Regency

Jl. HBR Selatan Komplek Gereja No.3 Bekasi Barat

Kontak

(021) 480 2605

Panduan Renungan Harian

Ada 4 langkah untuk melakukan "Saat Teduh" agar kita dapat berakar kuat di dalam Firman Allah, yang disebut 4M:

M1. MENERIMA FIRMAN

Berdoalah agar Roh Kudus melembutkan hati kita untuk dapat "menerima Firman Tuhan" yang kita baca hari ini, agar kita tidak memberontak terhadap Firman tetapi rela dikoreksi.

M2. MERENUNGKAN FIRMAN

Membaca Firman Tuhan dengan teliti dan serius sampai menemukan kedalamannya, dengan cara mengajukan pertanyaan-pertanyaan saat membacanya.

M3. MELAKUKAN DENGAN TEKUN

Lakukan Firman Tuhan terus-menerus sampai menjadi kebiasaan, sebelum melakukan kita perlu juga membuat rencana penerapan yang praktis dan terukur.

M4. MEMBAGIKAN KESAKSIAN ATAU PERTOLONGAN

Ceritakanlah dan saksikan kepada keluarga, teman dan orang yang dekat dengan Anda tentang Pelajaran yang menjadi berkat buat Anda hari ini, sebab orang yang diberkati pasti akan bersaksi.

Tuesday 17 October 2023

BOAS: Pemimpin yang Rohani

Baca: Rut 2:1-23

"Dari antara berkas-berkas itupun ia boleh memungut, janganlah ia diganggu; bahkan haruslah kamu dengan sengaja menarik sedikit-sedikit dari onggokan jelai itu untuk dia dan meninggalkannya, supaya dipungutnya; janganlah berlaku kasar terhadap dia."  Rut 2:15-16

Boas bukanlah orang sembarangan.  Alkitab mencatat bahwa ia adalah orang yang kaya raya dan terpandang di Betlehem.  Nama  'Boas'  memiliki arti:  di dalam Tuhan ada kekuatan.  Arti lain dari  'Boas'  adalah cekatan dan tangkas.  Orang yang kaya dan terpandang di mata masyarakat biasanya memiliki sifat sombong, memandang rendah orang lain, dan tidak mengutamakan perkara-perkara rohani.  Berbeda dengan Boas, selain kaya dan terpandang, ia adalah orang yang takut akan Tuhan dan juga rajin bekerja.

     Kerohanian Boas terlihat jelas ketika ia bertemu dengan para penyabit di ladangnya, dimana ia selalu memberi salam:  "TUHAN kiranya memberkati tuan!"  (Rut 2:4).  Apakah Boas terlihat rohani hanya dalam perkataan?  Tidak.  Dari perbuatannya pun tampak nyata bahwa ia adalah seorang yang takut akan Tuhan.  Buktinya?  Boas mengijinkan Rut untuk mengambil berkas-berkas jelai di ladangnya dan berpesan kepada para pekerjanya untuk tidak menganggu Rut.  Ini wujud ketaatan terhadap firman Tuhan yaitu memperhatikan orang lemah  (miskin).  "Berbahagialah orang yang memperhatikan orang lemah!"  (Mazmur 41:2), dan  "Seseorang janda atau anak yatim janganlah kamu tindas. Jika engkau memang menindas mereka ini, tentulah Aku akan mendengarkan seruan mereka, jika mereka berseru-seru kepada-Ku dengan nyaring."  (Keluaran 22:22-23).  Boas juga memberikan perintah kepada para pekerjanya agar dengan sengaja menarik sedikit dari onggokan jelai dan meninggalkannya bagi Rut  (ayat nas).

     Ada tertulis:  "Pada waktu kamu menuai hasil tanahmu, janganlah kausabit ladangmu habis-habis sampai ke tepinya, dan janganlah kaupungut apa yang ketinggalan dari penuaianmu. Juga sisa-sisa buah anggurmu janganlah kaupetik untuk kedua kalinya dan buah yang berjatuhan di kebun anggurmu janganlah kaupungut, tetapi semuanya itu harus kautinggalkan bagi orang miskin dan bagi orang asing;"  (Imamat 19:9-10).

Tak mengherankan bila Boas menjadi pengusaha yang diberkati Tuhan, karena selain taat melakukan firman Tuhan, ia juga banyak memberkati orang lain!