Harapan Baru Regency

Jl. HBR Selatan Komplek Gereja No.3 Bekasi Barat

Kontak

(021) 480 2605

Panduan Renungan Harian

Ada 4 langkah untuk melakukan "Saat Teduh" agar kita dapat berakar kuat di dalam Firman Allah, yang disebut 4M:

M1. MENERIMA FIRMAN

Berdoalah agar Roh Kudus melembutkan hati kita untuk dapat "menerima Firman Tuhan" yang kita baca hari ini, agar kita tidak memberontak terhadap Firman tetapi rela dikoreksi.

M2. MERENUNGKAN FIRMAN

Membaca Firman Tuhan dengan teliti dan serius sampai menemukan kedalamannya, dengan cara mengajukan pertanyaan-pertanyaan saat membacanya.

M3. MELAKUKAN DENGAN TEKUN

Lakukan Firman Tuhan terus-menerus sampai menjadi kebiasaan, sebelum melakukan kita perlu juga membuat rencana penerapan yang praktis dan terukur.

M4. MEMBAGIKAN KESAKSIAN ATAU PERTOLONGAN

Ceritakanlah dan saksikan kepada keluarga, teman dan orang yang dekat dengan Anda tentang Pelajaran yang menjadi berkat buat Anda hari ini, sebab orang yang diberkati pasti akan bersaksi.

Monday 16 October 2023

PERKATAAN DAN PERBUATAN TAK SELARAS

Baca: 1 Samuel 18:6-30

"Ini dia anakku perempuan yang tertua, Merab; dia akan kuberikan kepadamu menjadi isterimu, hanya jadilah bagiku seorang yang gagah perkasa dan lakukanlah perang TUHAN."  1 Samuel 18:17a

Bukan hal yang mudah menyelaraskan perkataan dan perbuatan.  Yang sering terjadi adalah, apa yang dikatakan orang berbeda dengan apa yang diperbuatnya.  Ketidakselarasan perkataan dan perbuatan ini berdampak bagi masyarakat luas bila hal itu dilakukan oleh seorang pemimpin.  Bukankah ada banyak calon pemimpin yang berkoar-koar menebar janji-janji yang begitu muluk dan meninabobokan rakyat saat berlangsungnya kampanye?  Tetapi begitu terpilih menjadi pemimpin, perkataan mereka tidak lagi selaras dengan perbuatannya.  Janji yang pernah diucapkan tak pernah ditepatinya, janji hanya tinggal janji.  Sungguh sangat mengecewakan!

     Hal yang sama dilakukan Saul, raja Israel.  Saul mengangkat Daud menjadi seorang prajurit yang harus memerangi Filistin, dengan janji akan memberikan puteri tertuanya  (Merab)  sebagai isteri Daud.  Janji Saul kepada Daud ini sesungguhnya juga hanya akal-akalan saja, bahkan ada motif terselubung dan niat jahat:  "Sebab pikir Saul: 'Janganlah tanganku memukul dia, tetapi biarlah ia dipukul oleh tangan orang Filistin.'"  (1 Samuel 18:7b).  Bagaimana selanjutnya?  Saul mengingkari apa yang pernah dijanjikan.  "Tetapi ketika tiba waktunya untuk memberikan Merab, anak Saul itu, kepada Daud, maka anak perempuan itu diberikan kepada Adriel, orang Mehola, menjadi isterinya."  (1 Samuel 18:19).  Begitu pula ketika Saul berjanji kepada Yonatan  (anaknya)  bahwa ia tidak akan membunuh Daud, janji itu kembali diingkarinya.  Rasa dengki yang begitu menggelora terhadap Daud membuat Saul makin gelap mata.  Suatu ketika ia berusaha menancapkan Daud ke dinding dengan tombaknya,  "Tetapi Daud mengelakkannya sampai dua kali."  (1 Samuel 18:11b).  Perkataan dan perbuatan Saul benar-benar tidak selaras!

     Banyak orang Kristen menjadi batu sandungan karena perkataan dan perbuatannya tak selaras.  Omongannya tampak rohani, sok Alkitabiah, tapi perbuatannya tak menyerminkan pengikut Kristus.  Ini mengecewakan Tuhan!

Jangan hanya tampak rohani saat pelayanan, sementara di luaran perbuatan kita tak jauh berbeda dengan orang dunia.  Perkataan dan perbuatan haruslah selaras!