Ada 4 langkah untuk melakukan "Saat Teduh" agar kita dapat berakar kuat di dalam Firman Allah, yang disebut 4M:
Berdoalah agar Roh Kudus melembutkan hati kita untuk dapat "menerima Firman Tuhan" yang kita baca hari ini, agar kita tidak memberontak terhadap Firman tetapi rela dikoreksi.
Membaca Firman Tuhan dengan teliti dan serius sampai menemukan kedalamannya, dengan cara mengajukan pertanyaan-pertanyaan saat membacanya.
Lakukan Firman Tuhan terus-menerus sampai menjadi kebiasaan, sebelum melakukan kita perlu juga membuat rencana penerapan yang praktis dan terukur.
Ceritakanlah dan saksikan kepada keluarga, teman dan orang yang dekat dengan Anda tentang Pelajaran yang menjadi berkat buat Anda hari ini, sebab orang yang diberkati pasti akan bersaksi.
Pujian penyembahan Menjadi Mezbah
“Engkaulah Yang Kudus yang bersemayam di atas puji-pujian Israel.”
(Mazmur 22:4)
Pujian bukan sekadar bagian dari ibadah, melainkan tempat Allah memilih untuk berdiam. Banyak orang memuji Tuhan dengan suara yang lantang, tetapi belum tentu dengan hati yang rindu. Ketika pujian kehilangan kedalaman, hadirat Tuhan pun tidak lagi menjadi pusat. Padahal firman Tuhan menegaskan bahwa Allah bersemayam di atas puji-pujian umat-Nya—artinya, pujian yang sejati menciptakan ruang bagi kehadiran Allah yang nyata.
Saat pujian berubah menjadi mezbah, penyembahan tidak lagi berfokus pada suasana, melainkan pada Pribadi yang disembah. Di mezbah inilah hati dipatahkan, kesombongan diruntuhkan, dan kehidupan diperbarui. Revival tidak dimulai dari musik yang indah atau ibadah yang ramai, tetapi dari hati yang merendah dan haus akan Tuhan. Ketika umat Tuhan membangun kembali mezbah pujian yang benar, Allah sendiri yang menyatakan kuasa dan hadirat-Nya.
“Revival lahir bukan dari lagu yang dinyanyikan dengan indah, tetapi dari hati yang menyediakan mezbah bagi hadirat Allah.”