Ada 4 langkah untuk melakukan "Saat Teduh" agar kita dapat berakar kuat di dalam Firman Allah, yang disebut 4M:
Berdoalah agar Roh Kudus melembutkan hati kita untuk dapat "menerima Firman Tuhan" yang kita baca hari ini, agar kita tidak memberontak terhadap Firman tetapi rela dikoreksi.
Membaca Firman Tuhan dengan teliti dan serius sampai menemukan kedalamannya, dengan cara mengajukan pertanyaan-pertanyaan saat membacanya.
Lakukan Firman Tuhan terus-menerus sampai menjadi kebiasaan, sebelum melakukan kita perlu juga membuat rencana penerapan yang praktis dan terukur.
Ceritakanlah dan saksikan kepada keluarga, teman dan orang yang dekat dengan Anda tentang Pelajaran yang menjadi berkat buat Anda hari ini, sebab orang yang diberkati pasti akan bersaksi.
Saudara hidup di dunia ini penuh dengan tekanan. Hidup kita dapat tertekan oleh berbagai krisis yang membebani hati dan pikiran kita, baik karena krisis dalam hal keuangan, keluarga, usaha, pelayanan, bahkan saat kita mulai krisis dengan Tuhan—karena kita mulai meninggalkanNya. Namun, orang-orang percaya dapat menang atas tekanan/stres tersebut, jika:
Pertama, kita belajar dari Tuhan, melalui Firman Allah (Rm.15:4). Banyak anak-anak Tuhan tidak membaca dan merenungkan Firman Tuhan sebagaimana seharusnya. Mereka gagal belajar dari Tuhan. Tidak heran saat hidup mereka terserang guncangan, mereka pun ikut berguncang karena mereka bersandar pada sesuatu yang mudah berguncang—harta, posisi, manusia—bukan kepada Firman Allah yang kekal. Alkitab adalah Firman Allah kepada kita, ditulis supaya kita belajar, mendapatkan ketenangan, dan pengharapan. Kita dapat menang atas segala tekanan dengan memegang teguh janji yang disampaikanNya dalam FirmanNya dan terus setia menantikannya (2Kor. 1:20)
Kedua, bersandar pada Tuhan (Ams. 3:5). Banyak orang percaya gagal bersandar pada Tuhan pada masa-masa stress. Mereka bersandar pada kekuatan sendiri dan gagal. Banyak orang bersandar pada manusia dengan harapan bahwa manusia itu dapat menolong mereka. Pertolongan manusia itu terbatas baik dalam segi kemampuan maupun waktu. Pertolongan Allah itu tidak terbatas dan tidak pernah gagal (Mzm. 37:5). Untuk menang atas tekanan, kita harus percaya kepada Tuhan Yesus tanpa sedikitpun keraguan. Dia berjanji, “Mendekatlah kepada Allah, dan Ia akan mendekat kepadamu …” (Yak. 4:8).
Ketiga, tanggunglah bersama dengan Tuhan (1Kor. 3:9). Banyak anak Tuhan yang ceroboh dalam melakukan pekerjaanNya. Mereka terlalu sibuk mengejar kepentingan-kepentingan pribadi. Mereka bekerja dengan akal pikiran pribadi tanpa pernah melibatkan Tuhan baik dalam perencanaan maupun pelaksanaan. Dan pada saat gagal, dan tekanan semakin keras, mereka menyalahkan Tuhan karena tidak mau terlibat. Bekerja bersama Tuhan adalah jawaban atas stres Anda. Anda tidak perlu bekerja sendiri karena Anda memiliki Bapa yang siap mengulurkan tanganNya yang kuat bagi Anda (Mat. 11:28).
Keempat, mengasihi sebagaimana Tuhan (Yoh. 15:9). Banyak orang Kristen menderita stres karena mereka kurang mengasihi Allah dan sesamanya. Hidup mereka hanya dimotivasi dengan segala usaha yang mengutamakan kepentingan pribadi dan usaha untuk mengejar materi bagi kepentingan pribadi pula. Kita harus berserah secara mutlak tanpa syarat kepada Allah dan membuat komitmen total kepadaNya. Roh Kudus akan memurnikan hati kita dan memenuhi hati kita dengan kasih Allah (1Tes. 5:23). Hati yang penuh kasih akan menang atas tekanan apapun.
Karena itu Saudara, Anda memiliki pilihan, melawan tekanan yang ada dengan iman kepada Tuhan Yesus atau menyerah kalah karena Anda tidak peduli pada Firman Tuhan, bersandar pada diri sendiri, melakukan segala sesuatu sendiri, dan bersikap dingin serta apatis. Anda sendirilah yang menentukan. Jika Anda sudah menang atas tekanan, Anda diharapkan juga dapat menolong orang lain yang juga berada dalam tekanan. “Terpujilah Allah, Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, Bapa yang penuh belas kasihan dan Allah sumber segala penghiburan, yang menghibur kami dalam segala penderitaan kami, sehingga kami sanggup menghibur mereka, yang berada dalam bermacam-macam penderitaan dengan penghiburan yang kami terima sendiri dari Allah” (2Kor. 1:3-4).