Harapan Baru Regency

Jl. HBR Selatan Komplek Gereja No.3 Bekasi Barat

Kontak

(021) 480 2605

Panduan Renungan Harian

Ada 4 langkah untuk melakukan "Saat Teduh" agar kita dapat berakar kuat di dalam Firman Allah, yang disebut 4M:

M1. MENERIMA FIRMAN

Berdoalah agar Roh Kudus melembutkan hati kita untuk dapat "menerima Firman Tuhan" yang kita baca hari ini, agar kita tidak memberontak terhadap Firman tetapi rela dikoreksi.

M2. MERENUNGKAN FIRMAN

Membaca Firman Tuhan dengan teliti dan serius sampai menemukan kedalamannya, dengan cara mengajukan pertanyaan-pertanyaan saat membacanya.

M3. MELAKUKAN DENGAN TEKUN

Lakukan Firman Tuhan terus-menerus sampai menjadi kebiasaan, sebelum melakukan kita perlu juga membuat rencana penerapan yang praktis dan terukur.

M4. MEMBAGIKAN KESAKSIAN ATAU PERTOLONGAN

Ceritakanlah dan saksikan kepada keluarga, teman dan orang yang dekat dengan Anda tentang Pelajaran yang menjadi berkat buat Anda hari ini, sebab orang yang diberkati pasti akan bersaksi.

Wednesday 16 November 2022

TUHAN YANG BELA

Baca: Mazmur 56:1-14

"Waktu aku takut, aku ini percaya kepada-Mu;"  Mazmur 56:4

Di tengah zaman yang serba sulit ini tekanan hidup kian berat, akibatnya banyak orang yang mudah stres dan tidak bisa mengendalikan diri.  Beberapa waktu lalu di televisi ada berita yang bikin hati kita miris:  ada seorang ibu yang rela membuang, bahkan nekat mebunuh bayinya sendiri oleh karena tidak kuat lagi menanggung biaya hidup.  Sungguh, saat ini banyak orang diserang oleh berbagai penyakit yang berbahaya, bukan penyakit yang menyerang secara fisik, tapi penyakit yang menyerang jiwa berupa:  penyakit kekuatiran, ketakutan, kecemasan, frustasi, stres, putus asa dan sebagainya.  Faktor ekonomi seringkali menjadi penyebab utama itu semua.

     Alkitab menasihati agar kita tetap kuat di dalam Tuhan.  Kita dapat belajar dari kehidupan Daud yang selalu menaruh percayanya kepada Tuhan sehingga ia beroleh kekuatan saat ia menghadapi berbagai tantangan dalam hidupnya.  Di usia muda, Daud sudah terbiasa menggembalakan domba, dan sebagai gembala pastilah setiap hari ia harus berjuang untuk menjaga dan melindungi domba-dombanya dari ancaman binatang buas yang hendak memangsanya, dan ia mampu.  Ketika harus berhadapan dengan Goliat, pahlawan kebanggaan bangsa Filistin, yang secara manusia sulit untuk dikalahkan siapa pun, dengan pertolongan Tuhan Daud pun berhasil mengalahkan si raksasa itu.  Dan karena kemenangannya ini Daud di ele-elukan,  "Saul mengalahkan beribu-ribu musuh, tetapi Daud berlaksa-laksa."  (1 Samuel 18:7).  Akibatnya Saul yang pada waktu itu menjadi raja Israel sangat tersinggung dan marah, sehingga berbagai upaya dilakukan Saul untuk membunuh Daud, namun karena campur tangan Tuhan, Daud pun dapat terluputkan.  Niat jahat Saul tidak pernah terwujud!  Ujian yang harus dialami Daud tidak berhenti sampai di situ.  Di dalam keluarganya pun ia harus menghadapi pemberontakan anak-anaknya yaitu Absalom dan juga Adonia, yang sangat berambisi untuk menjadi raja.

     Tetapi di dalam semuanya itu Daud berkata:  "Kepada Allah aku percaya, aku tidak takut. Apakah yang dapat dilakukan manusia terhadap aku?"  (Mazmur 56:12).

Daud menyerahkan segala perkaranya kepada Tuhan dan terbukti bahwa Daud mengalami pembelaan dari Tuhan.