Harapan Baru Regency

Jl. HBR Selatan Komplek Gereja No.3 Bekasi Barat

Kontak

(021) 480 2605

Panduan Renungan Harian

Ada 4 langkah untuk melakukan "Saat Teduh" agar kita dapat berakar kuat di dalam Firman Allah, yang disebut 4M:

M1. MENERIMA FIRMAN

Berdoalah agar Roh Kudus melembutkan hati kita untuk dapat "menerima Firman Tuhan" yang kita baca hari ini, agar kita tidak memberontak terhadap Firman tetapi rela dikoreksi.

M2. MERENUNGKAN FIRMAN

Membaca Firman Tuhan dengan teliti dan serius sampai menemukan kedalamannya, dengan cara mengajukan pertanyaan-pertanyaan saat membacanya.

M3. MELAKUKAN DENGAN TEKUN

Lakukan Firman Tuhan terus-menerus sampai menjadi kebiasaan, sebelum melakukan kita perlu juga membuat rencana penerapan yang praktis dan terukur.

M4. MEMBAGIKAN KESAKSIAN ATAU PERTOLONGAN

Ceritakanlah dan saksikan kepada keluarga, teman dan orang yang dekat dengan Anda tentang Pelajaran yang menjadi berkat buat Anda hari ini, sebab orang yang diberkati pasti akan bersaksi.

Monday 22 January 2024

TUHAN SELALU MEMPERHITUNGKAN

Baca: Ibrani 6:9-20

"Sebab Allah bukan tidak adil, sehingga Ia lupa akan pekerjaanmu dan kasihmu yang kamu tunjukkan terhadap nama-Nya oleh pelayanan kamu kepada orang-orang kudus, yang masih kamu lakukan sampai sekarang."  Ibrani 6:10

Seringkali kita mendengar banyak orang Kristen yang selalu berkeluh kesah,  "Aku sudah melayani Tuhan sekian tahun, setia beribadah, tapi tak pernah absen di setiap persekutuan, toh hidupku tetap saja seperti ini, tidak ada kemajuan.  Sedangkan mereka yang biasa-biasa saja hidupnya lebih enak.  Kalau begitu lebih baik jadi orang Kristen tidak usah repot-repot terlibat dalam pelayanan."

     Fenomena seperti ini sedang melanda kehidupan anak-anak Tuhan.  Kita mau melayani asalkan ada upah yang memadai atau beroleh penghargaan yang sesuai.  Adalah tidak salah menerima upah dan penghargaan karena jerih payah yang telah kita lakukan.  Namun jangan sampai besar/kecilnya upah yang kita terima menjadi tolak ukur kita dalam melayani Tuhan.  Jika upahnya besar kita akan bersungguh-sungguh, tapi jika upahnya sedikit (menurut ukuran kita) kita pun akan mengerjakannya dengan setengah hati.  Demikiankah sikap hidup orang Kristen?  Bukankah firman Tuhan menasihati,  "Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia."  (Kolose 3:23).  Ini berbicara tentang pekerjaan yang kita lakukan di segala bidang kehidupan, apa pun bentuknya, baik itu di kantor, pabrik, sekolah, terlebih-lebih di bidang pelayanan pekerjaan Tuhan.

     Haruskah kita selalu diliputi oleh rasa marah, kecewa, tidak puas atau dongkol dalam mengerjakan segala sesuatunya?  Renungkan:  manusia bisa saja lupa, menutup mata dan mengecewakan sesamanya, tapi ada Pribadi yang tidak pernah lupa terhadap apa yang kita kerjakan.  Dia adalah Tuhan.  Pelayanan, pekerjaan dan perbuatan kasih yang kita lakukan demi kemuliaan nama Tuhan dan menjadi berkat bagi sesama tidak ada yang luput di pemandangan mataNya dan tidak ada yang tidak Ia perhitungkan.  Tidak ada yang sia-sia!  Rasul Paulus menasihati,  "Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia."  (1 Korintus 15:58).  Dalam hal ini rasul Paulus tidak hanya berteori tapi ia telah memberikan teladan hidup bagi kita semua.  Dalam melayani Tuhan ia tidak pernah mengeluh, bersungut-sungut, apalagi sampai hitung-hitungan untung-rugi.  Meski diperhadapkan dengan banyak ujian ia tetap memiliki roh yang menyala-nyala bagi Tuhan.  Inilah komitmennya,  "...bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan.  Tetapi jika aku harus hidup di dunia ini, itu berarti bagiku bekerja memberi buah."  (Filipi 1:21-22).

     Apa yang dipercayakan Tuhan kepada Saudara saat ini?  Lakukanlah itu dengan setia.  Ingat!  Tujuan hidup kita adalah untuk memuliakan nama Tuhan.  Maka dari itu apa pun yang kita perbuat saat ini janganlah untuk menyenangkan hati manusia, namun untuk menyenangkan hati Tuhan.  Jangan sekali-kali berharap kepada manusia, tapi berharaplah hanya kepada Tuhan karena manusia sewaktu-waktu bisa mengecewakan, meninggalkan dan tidak menghargai apa yang telah kita kerjakan, tetapi Tuhan sekali-kali tidak akan pernah meninggalkan kita.

"Aku akan memberi upahmu dengan tepat,"  (Yesaya 61:8b), karena itu jangan pernah merasa lelah bekerja di ladangnya Tuhan.