Harapan Baru Regency

Jl. HBR Selatan Komplek Gereja No.3 Bekasi Barat

Kontak

(021) 480 2605

Panduan Renungan Harian

Ada 4 langkah untuk melakukan "Saat Teduh" agar kita dapat berakar kuat di dalam Firman Allah, yang disebut 4M:

M1. MENERIMA FIRMAN

Berdoalah agar Roh Kudus melembutkan hati kita untuk dapat "menerima Firman Tuhan" yang kita baca hari ini, agar kita tidak memberontak terhadap Firman tetapi rela dikoreksi.

M2. MERENUNGKAN FIRMAN

Membaca Firman Tuhan dengan teliti dan serius sampai menemukan kedalamannya, dengan cara mengajukan pertanyaan-pertanyaan saat membacanya.

M3. MELAKUKAN DENGAN TEKUN

Lakukan Firman Tuhan terus-menerus sampai menjadi kebiasaan, sebelum melakukan kita perlu juga membuat rencana penerapan yang praktis dan terukur.

M4. MEMBAGIKAN KESAKSIAN ATAU PERTOLONGAN

Ceritakanlah dan saksikan kepada keluarga, teman dan orang yang dekat dengan Anda tentang Pelajaran yang menjadi berkat buat Anda hari ini, sebab orang yang diberkati pasti akan bersaksi.

Saturday 27 January 2024

PENGHARAPAN DI DALAM TUHAN

Baca: Mazmur 130:1-8

"Berharaplah kepada TUHAN, hai Israel! Sebab pada TUHAN ada kasih setia, dan Ia banyak kali mengadakan pembebasan."  Mazmur 130:7

Penantian kita akan Allah adalah sebuah kesadaran yang sangat indah dan terpelihara oleh Roh kudus yang ada di dalam kita, yang kita terima dari Tuhan Yesus terkasih.  Tertulis:  "Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita."  (Roma 5:5).  Hal ini membuat kita yakin bahwa kita selalu hidup di dalam kasih Tuhan itu dan karena kasihNya juga kita memiliki hubungan yang erat dengan Allah.  Umat Kristen terdahulu mempunyai keyakinan penuh kepada firman Tuhan sehingga mereka pun menunggu dengan setia dan penuh pengharapan di dalam Allah.  Begitu juga kita yang hidup di zaman sekarang ini juga harus selalu berpadanan dengan firmanNya, bahkan kita harusnya memiliki kebanggaan lebih karena Kristus Yesus!  Terpujilah nama Tuhan!  Dalam penantian kita akan Allah, hendaklah hal ini menjadi keyakinan kita:  di dalam Kristus kita bisa memiliki hubungan layaknya seorang Bapa dengan anaknya.  Hal ini menjadi jaminan bahwa penantian kita akan Dia tidak akan sia-sia.

     Rasul Paulus mengatakan,  "...kebenaran Allah karena iman dalam Yesus Kristus bagi semua orang yang percaya...dan oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus."  (Roma 3:22, 24).  Sangatlah menakjubkan karena kita sementara menunggu sebuah penantian yang berbeda, yaitu bahwa kita sedang menunggu akan datangnya sebuah pembebasan, kemudian kita melihat penantian tersebut menjadi nyata dan pewahyuanNya secara menyeluruh terjadi atas kita.  Tuhan Yesus berkata,  "Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu."  (Yohanes 15:4).  Alkitab tidak hanya berbicara tentang kita di dalam Kristus, tetapi juga tentang misteri tertinggi akan kasih yang membebaskan.  Selama kita memelihara agar tetap tinggal di dalam Kristus dari hari ke hari, Ia akan memperlihatkan kepada kita dengan caraNya yang ajaib bahwa  "...sukacita-Ku ada di dalam kamu dan sukacitamu menjadi penuh."  (Yohanes 15:4).

     Karena itu dalam menjalani hidup ini kita harus memiliki tekad demikian:  "Sebab jika kita hidup, kita hidup untuk Tuhan, dan jika kita mati, kita mati untuk Tuhan."  (Roma 14:8).  Kita sekarang bisa berkata sama seperti rasul Paulus,  "namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku."  (Galatia 2:20).  Hidup kita di dalam Kristus saat berada di dunia ini dan hidup kita nantinya di sorga bersama Kristus adalah dua hal yang saling mendukung satu dengan yang lainnya.

Pengharapan yang pasti akan Allah ditandai dengan hidup dalam iman kepada Yesus Kristus.