Harapan Baru Regency

Jl. HBR Selatan Komplek Gereja No.3 Bekasi Barat

Kontak

(021) 480 2605

Panduan Renungan Harian

Ada 4 langkah untuk melakukan "Saat Teduh" agar kita dapat berakar kuat di dalam Firman Allah, yang disebut 4M:

M1. MENERIMA FIRMAN

Berdoalah agar Roh Kudus melembutkan hati kita untuk dapat "menerima Firman Tuhan" yang kita baca hari ini, agar kita tidak memberontak terhadap Firman tetapi rela dikoreksi.

M2. MERENUNGKAN FIRMAN

Membaca Firman Tuhan dengan teliti dan serius sampai menemukan kedalamannya, dengan cara mengajukan pertanyaan-pertanyaan saat membacanya.

M3. MELAKUKAN DENGAN TEKUN

Lakukan Firman Tuhan terus-menerus sampai menjadi kebiasaan, sebelum melakukan kita perlu juga membuat rencana penerapan yang praktis dan terukur.

M4. MEMBAGIKAN KESAKSIAN ATAU PERTOLONGAN

Ceritakanlah dan saksikan kepada keluarga, teman dan orang yang dekat dengan Anda tentang Pelajaran yang menjadi berkat buat Anda hari ini, sebab orang yang diberkati pasti akan bersaksi.

Friday 23 February 2024

MENYUKAI FIRMAN TUHAN, IMAN SEMAKIN KUAT

Baca: Mazmur 119:1-16

"Aku akan bergemar dalam ketetapan-ketetapanMu;  firmanMu tidak akan kulupakan.”  Mazmur 119:16

Penulis banyak menerima curhat saudara seiman yang mengeluhkan iman mereka yang begitu mudah goyah, lemah dan tidak kuat, lebih-lebih saat berada dalam masalah berat.  Apakah kita rindu memiliki iman yang kuat dan teguh?  Satu-satunya cara adalah kita harus menyukai firman Tuhan.

     Bukankah banyak orang Kristen tidak suka dan malas membaca Alkitab?  Atau mungkin membaca Alkitab hanya saat berada di gereja atau di persekutuan?  Kalau sudah di rumah,  "Mana sempat?"  Namun jelas dikatakan bahwa  "...iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus."  (Roma 10:17).  Semakin kita dekat dengan Tuhan dan semakin mengenal Dia, semakin kuat pula iman kita bertumbuh.  Bagaimana kita dapat mengenal Tuhan lebih dalam?  Dengan mempelajari firmanNya!  Daud, di sepanjang perjalanan hidupnya, tak pernah lepas dari masalah, tekanan, bahkan ancaman, tapi hal itu tidak membuatnya menjadi lemah dan putus asa, sebaliknya ia semakin kuat menaruh iman percayanya kepada Tuhan.  Kuncinya?  Daud menyukai firman Tuhan.  Ia berkata,  "Betapa kucintai TauratMu!  Aku merenungkannya sepanjang hari."  (Mazmur 119:97), sehingga Daud pun bisa menyikapi persoalan yang ada dengan mata iman:  "...aku tertindas itu baik bagiku, suaya aku belajar ketetapan-ketetapanMu."  (Mazmur 119:71).  "Kemalangan orang benar banyak, tetapi Tuhan melepaskan dia dari semuanya itu;"  (Mazmur 34:20).

     Semakin karib dengan Tuhan, makin kita mampu berjalan melalui segala cobaan dengan keyakinan di dalam Dia.  Jika kita menjadikan Yesus titik fokus perjalanan iman kita, Dia akan mendewasakan dan menyempurnakan iman kita.  Tuhan menghendaki dan menginginkan agar kita berjalan dalam iman yang terus bertumbuh, dan iman seperti itu akan kita peroleh hanya dengan mempelajari dan hidup dalam firman.  Jika kita menginginkan iman yang kuat kita harus mendisiplinkan diri menyediakan banyak bagi firman Tuhan, setiap hari.

Sesibuk apa pun kita, mari meluangkan waktu untuk sesuatu yang paling penting yaitu mendalami firmanNya.