Ada 4 langkah untuk melakukan "Saat Teduh" agar kita dapat berakar kuat di dalam Firman Allah, yang disebut 4M:
Berdoalah agar Roh Kudus melembutkan hati kita untuk dapat "menerima Firman Tuhan" yang kita baca hari ini, agar kita tidak memberontak terhadap Firman tetapi rela dikoreksi.
Membaca Firman Tuhan dengan teliti dan serius sampai menemukan kedalamannya, dengan cara mengajukan pertanyaan-pertanyaan saat membacanya.
Lakukan Firman Tuhan terus-menerus sampai menjadi kebiasaan, sebelum melakukan kita perlu juga membuat rencana penerapan yang praktis dan terukur.
Ceritakanlah dan saksikan kepada keluarga, teman dan orang yang dekat dengan Anda tentang Pelajaran yang menjadi berkat buat Anda hari ini, sebab orang yang diberkati pasti akan bersaksi.
“Karena itu sempurnakanlah sukacitaku dengan ini: hendaklah kamu sehati sepikir, dalam satu kasih, satu jiwa, satu tujuan.”
Saudara seiman dipanggil untuk hidup dalam kesatuan. Kesatuan bukan berarti selalu setuju dalam segala hal, tetapi memiliki tujuan yang sama: memuliakan Tuhan. Perbedaan pendapat bisa terjadi, tetapi kasih menjaga agar perbedaan tidak berubah menjadi perpecahan.
Sehati sepikir berarti mengutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi. Dalam pelayanan dan komunitas, ego sering menjadi sumber konflik. Namun ketika kasih menjadi dasar, kita rela merendahkan diri dan mencari titik temu.
Kesatuan yang dibangun di atas kasih akan menghasilkan sukacita dan kekuatan rohani. Di sanalah gereja bertumbuh bukan hanya dalam jumlah, tetapi dalam kualitas hubungan.
Quote:
Kesatuan lahir ketika kasih lebih besar dari ego.